Kamis, 20 Oktober 2011

Gresik Butuh Rumah Sakit di Kantong Urban Gresik Selatan



Top of Form

Bottom of Form


Gresik (beritajatim.com) - Kebutuhan rumah sakit (RS) di kantong urban di wilayah Gresik Selatan sangat mendesak. Pasalnya, di wilayah tersebut termasuk kantong pekerja mengingat di wilayah Gresik Selatan seperti Kecamatan Driyorejo, Wringin Anom, dan Kedamean masuk ke dalam basis industri menengah dan besar.

"Kebutuhan RS di wilayah Gresik Selatan sangat mendesak karena disana menjadi kantong para pekerja," kata Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Soegeng Widodo, Minggu (15/05/2011).
Menurut dr.Soegeng Widodo, untuk mewujudkan keberadaan RS di wilayah Gresik Selatan, dibutuhkan kerjasama dengan pihak swasta. Pasalnya, investasi membangun RS butuh anggaran yang tidak sedikit.
Karena itu lanjut dr.Soegeng Widodo, Pemkab Gresik memberi rangsangan berupa kemudahan perizinan bagi investor yang berkeinginan membangun RS di wilayah selatan. "Kemudahan yang diberikan diantaranya dibantu pencarian lahannya," paparnya.
Hal senada juga dikemukakan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Menurutnya, selama ini jumlah RS yang ada di wilayah urban masih kurang. Tidak hanya di wilayah selatan saja melainkan juga wilayah utara.
"Selama ini masyarakat Gresik yang hendak berobat masih berpusat di RSUD Ibnu Sina. Tapi, dengan beroperasinya rawat inap RS Petrokimia Gresik di Driyorejo masyarakat khususnya pekerja di sekitar Kedamean, dan Wringin Anom bisa memanfaatkan layanan tersebut," ujarnya.
Berdasarkan catatan Disnaker Gresik, jumlah pekerja di wilayah kawasan industri Driyorejo dan Wringin Anom cukup besar hingga mencapai 36 ribu orang. Padahal, rawat inap RS Petrokimia Gresik baru menampung 12 tempat tidur.
Sementara itu, Direktur RS Petrokimia Gresik, dr.Singgih Priyanto menuturkan, tahap awal pembangunan rumah sakit di kawasan Driyorejo memang dikhususkan bagi warga di sekitar. Namun, tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan mengembangkan luasan rumah sakit, termasuk menambah tempat tidur serta fasilitas penunjang kesehatan lainnya.
"Ini khan baru tes pasar. Jika permintaan masyarakat disini besar pada 2012 rawat inap kami akan kembangkan menjadi rumah sakit dengan fasilitas penunjang yang lengkap," pungkasnya. [dny/but]
Sumber : http://beritajatim.com/detailnews.php/11/Pendidikan_&_Kesehatan/2011-05-15/100825/Gresik_Butuh_RS_di_Kantong_Urban
Minggu, 15 Mei 2011 09:28:53 WIB Reporter : Deni Ali Setiono

Selasa, 18 Oktober 2011

Pemkab Gresik Sosialisasi Pembangunan Stadion 230 Milyar Mulai Berjalan


GRESIK  SURYA Online - Rencana pembagunan stadion sepakbola oleh Pemkab Gresik berjalan dengan cepat. Jika sebelumnya rencana itu masih terkesan ditutupi, tapi dalam minggu-minggu belakangan ini persiapan pembangunan stadion justru bergulir pesat.
Tidak perlu menunggu waktu terlalu lama setelah penetapan PAPBD 2011, rapat paripurna DPRD Gresik langsung membuat kesimpulan menerima rencana pembangunan stadion dengan nilai Rp 230 miliar. Padahal, saat rapat paripurna digelar proses studi kelayakan rencana pembangunan itu bahkan belum berjalan. Meski sempat diwarnai adu argumen dari berapa anggota Dewan yang berani mengungkap kejanggalan, hasil rapat paripurna pada Jumat (7/10) tetap memuluskan rencana pembangunan stadion dengan penganggaran kegiatan tahun jamak atau multi years.
Untuk memuluskan rencana pembangunan stadion itu, Pemkab melakukan sosialisasi dan mengumumkan rencana penggusuran warga yang tinggal di kawasan lokasi di gunung Lengis. Kabag Pemerintahan Umum Tursilowanto Harijogi. Tursilo mengatakan di lokasi yang rencananya akan dibangun stadion saat ini setidaknya  dihuni 75 KK. Untuk itu pihaknya sudah melakukan pembicaraan pada warga sejak beberapa waktu lalu.
“Kawasan itu mayoritas merupakan tanah pemerintah dan lahan kosong, tapi di sana juga ada beberapa warga yang tinggal tapi kami sudah melakukan sosialisasi,” ujar Tursilo.
Anggota dewan dari F-PKB, H. Abdul Qosir menilai anggota dewan seolah ‘dipaksa’ menyetujui  rencana itu meski minim referensi. Qosir sempat menolak karena alasan belum adanya hasil studi kelayakan sebagai acuan. “Saya menolak tapi kalah suara,” ujarnya.
Dalam draft nota kesepakatan bersama yang diajukan eksekutif, pembangunan stadion direncanakan mulai tahun 2012 hingga 2015. Untuk tahun 2012, dimintakan anggaran sebesar Rp. 50 milyar. Pada tahun 2013 hingga 2015, anggaran yang diminta masing-masing sebesar Rp 60 milyar.
Surya Online Senin, 10 Oktober 2011 | 19:05 WIB
http://www.surya.co.id/2011/10/10/sosialisasi-stadion-230-m-mulai-berjalan