Tampilkan postingan dengan label Kali Lamong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kali Lamong. Tampilkan semua postingan
Jumat, 11 November 2011
Takut Banjir , Warga Urug Tanggul Kali Lamong Gresik
GRESIK I SURYA Online - Tanggul Kali Lamong di Desa Bengkelo Lor, Kecamatan Benjeng, Gresik, jebol, sehingga warga menutupnya dengan gotong-royong selama sepekan kemarin, karena takut terjadi banjir saat musim hujan sekarang ini.
Ada tiga tanggul di Desa Bengkelo Lor, yang jebol karena terkikis luapan Kali Lamong saat banjir pada awal tahun 2011, dua tanggul berada di dekat dengan Kali Lamong, dan satu tanggul berada di dekat pemukiman warga, dengan rata-rata tanggul yang jebol panjangnya 40 sampai 50 meter, tinggi 3 meter dan lebar 3 meter.
“Kalau warga tidak gotong-rotong membendung tanggul itu, nanti waktu hujan datang kemudian Kali Lamong meluap, warga akan menjadi korban,” jelas Rusdianto (32), warga setempat yang jaraknya rumahnya dari tanggul hanya 50 meter.
Menurut warga sebenarnya mereka telah mengajukan program membendung tanggul kepada Pemda Gresik tetapi hingga sekarang masih belum ada respons apalagi tanda-tanda perbaikan, padahal musim hujan sudah tiba.
Sementara Kepala Desa Bengkelo Lor, Ali Suroso, mengatakan, seharusnya penutupan tanggul segera diselesaikan dengan menggunakan perlengkapan yang lengkap, sehingga kekuatan tanggul menjadi kuat, tidak seperti yang dilakukan oleh warga hanya menggunakan bambu untuk menopang tanggul tersebut. “Keinginan dari warga itu hanya menyelesaikan tanggul dengan secepatnya, karena musim hujan sudah tiba,” jelas Ali.
• http://www.surya.co.id/2011/11/06/takut-banjir-warga-urug-tanggul-kali-lamong-gresik
• Minggu, 6 November 2011 | 22:03 WIB
Minggu, 08 Mei 2011
Siswa SDM 1 Manyar Gresik Bantu Korban Banjir
PEDULI – Siswa SD Muhammadiyah memberikan bantuan bagi warga korban banjir, Jumat (8/4) sore. Surya:foto/san
GRESIK | SURYA Online - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Manyar Gresik Jawa Timur menggelar bakti sosial di lokasi banjir di Desa Gluran Ploso Kecamatan Benjeng, Jumat (8/4).
Para siswa, didampingi gurunya, mendatangi rumah warga yang terendam banjir satu persatu. Bantuan yang diberikan para siswa, terdiri dari beras 1,19 ton, 119 kardus mie instan, 200 bungkus roti dan aneka jenis bahan pokok yang lain.
”Kami bersyukur, karena keluarga besar SD Muhammadiyah 1 masih peduli kepada para korban banjir,” ujar HM. Tari, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gluran Ploso Benjeng.
M. Fadloli Aziz, Kepala SD Muhammadiyah 1 Manyar mengatakan baksos ini merupakan rangkaian kegiatan Milad SD Muhammadiyah 1 Manyar ke-7 yang puncaknya adalah jalan sehat, pentas seni dan basar Minggu (10/4)
http://www.surya.co.id/?p=164998 Jumat, 8 April 2011 | 19:10 WIB
GRESIK | SURYA Online - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Manyar Gresik Jawa Timur menggelar bakti sosial di lokasi banjir di Desa Gluran Ploso Kecamatan Benjeng, Jumat (8/4).
Para siswa, didampingi gurunya, mendatangi rumah warga yang terendam banjir satu persatu. Bantuan yang diberikan para siswa, terdiri dari beras 1,19 ton, 119 kardus mie instan, 200 bungkus roti dan aneka jenis bahan pokok yang lain.
”Kami bersyukur, karena keluarga besar SD Muhammadiyah 1 masih peduli kepada para korban banjir,” ujar HM. Tari, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gluran Ploso Benjeng.
M. Fadloli Aziz, Kepala SD Muhammadiyah 1 Manyar mengatakan baksos ini merupakan rangkaian kegiatan Milad SD Muhammadiyah 1 Manyar ke-7 yang puncaknya adalah jalan sehat, pentas seni dan basar Minggu (10/4)
http://www.surya.co.id/?p=164998 Jumat, 8 April 2011 | 19:10 WIB
Pemkot Surabaya Normalisasi Kali Lamong
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
Selasa, 29 Maret 2011
TIGA DESA DI KEC CERME TERISOLASI AKIBAT BANJIR
GRESIK | SURYA Online - Akibat meluapnya Kali Lamong, sebanyak 17 desa di Kecamatan Cerme terendam air dengan ketinggian mulai 30 cm hingga 1 meter. Bahkan tiga desa diantaranya, yaitu Desa Iker Iker Geger, Desa Jono dan Desa Pandu terisolir akibat terendam air setinggi 1 meter.
Camat Cerme Bambang Wibisono dihubungi Surya Online, Minggu (27/3) mengakui 17 desa terendam banjir meluapnya Kali Lamong. Selain itu, banjir disebabkan tanggul Kali Lamong di Desa Pandu jebol akibat tidak kuat menahan derasnya air.
“Sebenarnya warga setempat sudah beusaha menutup bocornya tanggul dengan karung pasir dan batang pohon, tetapi karena airnya sangat deras upaya warga akhirnya gagal tanggul kembali jebol,” ujar Bambang Wibisono.
Menurut Camat Bambang, di Desa Iker Iker Geger terdapat 300 rumah yang dihuni 700 jiwa. Sedangkan Desa Pandu dihuni 100 kk, Desa Jono 400 rumah
Pihak kecamatan, tambah bambang, hari Minggu (27/3) siang akan mengevakuasi 10 warga Desa Iker Iker Geger yang lanjut usia. Mereka akan dievakuasi dengan perahu karet, ke markas Koramil Cerme. “Kami sudah menyiapkan lebih dari 4 perahu karet,” tambah Bambang.
Perahu karet dari Pemkab Gresik, Semen Gresik dan Petrokimia Gresik tersebut, nantinya juga akan dipakai untuk mengirim bahan makan untuk warga desa yang terisolir.
Sebab untuk bisa masuk ke tiga desa yang terisolir itu, kata Bambang, sudah tidak bisa menggunakan kendaraan darat. “Satu-satunya cara adalah dengan perahu karet.
“Saat ini, proses evakuasi manula sedang berlangsung. Perahu lainnya untuk membawa makanan bagi warga yang desanya terisolir banjir,” kata Bambang.
Surya Minggu, 27 Maret 2011 | 10:25 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/tiga-desa-terisolir-banjir.html
Camat Cerme Bambang Wibisono dihubungi Surya Online, Minggu (27/3) mengakui 17 desa terendam banjir meluapnya Kali Lamong. Selain itu, banjir disebabkan tanggul Kali Lamong di Desa Pandu jebol akibat tidak kuat menahan derasnya air.
“Sebenarnya warga setempat sudah beusaha menutup bocornya tanggul dengan karung pasir dan batang pohon, tetapi karena airnya sangat deras upaya warga akhirnya gagal tanggul kembali jebol,” ujar Bambang Wibisono.
Menurut Camat Bambang, di Desa Iker Iker Geger terdapat 300 rumah yang dihuni 700 jiwa. Sedangkan Desa Pandu dihuni 100 kk, Desa Jono 400 rumah
Pihak kecamatan, tambah bambang, hari Minggu (27/3) siang akan mengevakuasi 10 warga Desa Iker Iker Geger yang lanjut usia. Mereka akan dievakuasi dengan perahu karet, ke markas Koramil Cerme. “Kami sudah menyiapkan lebih dari 4 perahu karet,” tambah Bambang.
Perahu karet dari Pemkab Gresik, Semen Gresik dan Petrokimia Gresik tersebut, nantinya juga akan dipakai untuk mengirim bahan makan untuk warga desa yang terisolir.
Sebab untuk bisa masuk ke tiga desa yang terisolir itu, kata Bambang, sudah tidak bisa menggunakan kendaraan darat. “Satu-satunya cara adalah dengan perahu karet.
“Saat ini, proses evakuasi manula sedang berlangsung. Perahu lainnya untuk membawa makanan bagi warga yang desanya terisolir banjir,” kata Bambang.
Surya Minggu, 27 Maret 2011 | 10:25 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/tiga-desa-terisolir-banjir.html
Pemkab Gresik Langsung Bantu Korban Banjir
GRESIK | SURYA Oline – Musibah banjir akibat meluapnya Kali Lamong, yang merendam 19 desa di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, langsung mendapat perhatian serius Pemkab Gresik. Terbukti, beberapa jam setelah banjir Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim M.Si langsung turun ke lokasi sambil membagikan 1.300 paket bantuan dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur, Kamis (24/3) sore.
Untuk Kecamatan Benjeng mendapat bantuan 900 paket, sedangkan untuk Kecamatan Balongpanggang mendapat 400 paket. Karena kondisi yang tidak memungkinkan penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di pelataran Pendopo Kecamatan Benjeng yang juga terendam banjir hingga selutut orang dewasa. “Paket bantuan ini, berisi beras 5 kg, minyak 1 liter, kecap 1 botol, gula dan mi instan,” ujar Wabup HM Qosim didampingi Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya.
Wabup HM Qosim juga menyempatkan meninjau langsung kondisi Dusun Nyanyat Desa Bulurejo Kecamatan Benjeng yang ketinggian airnya lebih dari 1 meter. Namun sejumlah warga justru memanfaatkan kondisi ini, dengan menebar jala berharap mendapat ikan yang lepas dari sejumlah tambak yang jebol akibat diterjang banjir. “Lumayan dapat ikan cukup banyak, karena tambak jebol sehingga banyak ikan lari,” ujar Syaiful warga setempat.
Sementara warga lainnya, Sunarti matanya berkaca-kaca saat menerima langsung bantuan dari Wabup HM Qosim. Kepada wabup, Sunarti menceritakan air masuk ke rumahnya Kamis dini hari menjelang Subuh. Saat itu, seiisi rumahnya tengah tertidur lelap sehingga kaget ketika kasur mereka basah akibat rumahnya kemasukkan air. “Sejak jam 03.00 pagi banjir sudah datang, kami belum sempat tidur pak,” keluhnya sambil sesekali menyeka air matanya.
Wakil Bupati Gresik mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan banjir. Selanjutnya akan berupaya meminimalisir dampak banjir terhadap terganggunya kesehatan, pendidikan dan kebutuhan masyarakat. “Pemkab Gresik bersama Pemprop Jatim dan DAS Solo telah siap untuk melaksanakan normalisasi kali Lamong,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan yang mengguyur kawasan Mojokerto dan sekitarnya sejak Rabu (23/3) malam, mengakibatkan 18 desa di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang terendam.
Camat Balongpanggang Indah Shofiana mengatakan, akibat banjir tersebut sembilan desa di wilayahnya terendam hingga ketinggian antara 40 cm hingga 1 meter. “Untuk sementara, nilai kerugian secara keseluruhan mencapai Rp 1 miliar lebih,” ujar Camat Indah Shofiana.
Desa yang terendam, ujar Indah, adalah Desa Banjaragung`dengan kerugian Rp 320 juta, Pucung Rp 100 juta, Wotansari Rp 200 juta, Sekarputih Rp 84 juta, Karangsemanding Rp 200 juta, Ngampel Rp 100 juta, Dapet Rp 20 juta, Kedungpring Rp 25 juta dan Tanahlandean Rp 23 juta. “Lahan sawah yang terendam mencapai 311 hektar, dengan 1117 rumah juga terendam,” tambah mantan Camat Gresik ini.
Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo mengaku belum bisa mendata nilai kerugian yang diderita warganya. Data sementara, desa yang terendam banjir adalah Desa Munggugianti, Sedapur Klagen, Kedungrukem, Deliksumber, Kalipadang, Lundo, Sirnoboyo, Bulangkulon dan Bulurejo.
Jalan desa yang terendam mencapai 31.560 km, jalan kabupaten 2.500 km, sawah 866 hektar dan rumah 794 buah yang juga terendam. “Untuk sementara, kita akan mendata tingkat kerugian warga. Sebab sampai saat ini, banjir masih merendam,” ujar Camat Suryo Wibowo.
SURYA KAMIS, 24 MARET 2011
http://www.surya.co.id/berita-foto/wabup-langsung-bantu-korban-banjir.html
Untuk Kecamatan Benjeng mendapat bantuan 900 paket, sedangkan untuk Kecamatan Balongpanggang mendapat 400 paket. Karena kondisi yang tidak memungkinkan penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di pelataran Pendopo Kecamatan Benjeng yang juga terendam banjir hingga selutut orang dewasa. “Paket bantuan ini, berisi beras 5 kg, minyak 1 liter, kecap 1 botol, gula dan mi instan,” ujar Wabup HM Qosim didampingi Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya.
Wabup HM Qosim juga menyempatkan meninjau langsung kondisi Dusun Nyanyat Desa Bulurejo Kecamatan Benjeng yang ketinggian airnya lebih dari 1 meter. Namun sejumlah warga justru memanfaatkan kondisi ini, dengan menebar jala berharap mendapat ikan yang lepas dari sejumlah tambak yang jebol akibat diterjang banjir. “Lumayan dapat ikan cukup banyak, karena tambak jebol sehingga banyak ikan lari,” ujar Syaiful warga setempat.
Sementara warga lainnya, Sunarti matanya berkaca-kaca saat menerima langsung bantuan dari Wabup HM Qosim. Kepada wabup, Sunarti menceritakan air masuk ke rumahnya Kamis dini hari menjelang Subuh. Saat itu, seiisi rumahnya tengah tertidur lelap sehingga kaget ketika kasur mereka basah akibat rumahnya kemasukkan air. “Sejak jam 03.00 pagi banjir sudah datang, kami belum sempat tidur pak,” keluhnya sambil sesekali menyeka air matanya.
Wakil Bupati Gresik mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan banjir. Selanjutnya akan berupaya meminimalisir dampak banjir terhadap terganggunya kesehatan, pendidikan dan kebutuhan masyarakat. “Pemkab Gresik bersama Pemprop Jatim dan DAS Solo telah siap untuk melaksanakan normalisasi kali Lamong,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat hujan yang mengguyur kawasan Mojokerto dan sekitarnya sejak Rabu (23/3) malam, mengakibatkan 18 desa di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang terendam.
Camat Balongpanggang Indah Shofiana mengatakan, akibat banjir tersebut sembilan desa di wilayahnya terendam hingga ketinggian antara 40 cm hingga 1 meter. “Untuk sementara, nilai kerugian secara keseluruhan mencapai Rp 1 miliar lebih,” ujar Camat Indah Shofiana.
Desa yang terendam, ujar Indah, adalah Desa Banjaragung`dengan kerugian Rp 320 juta, Pucung Rp 100 juta, Wotansari Rp 200 juta, Sekarputih Rp 84 juta, Karangsemanding Rp 200 juta, Ngampel Rp 100 juta, Dapet Rp 20 juta, Kedungpring Rp 25 juta dan Tanahlandean Rp 23 juta. “Lahan sawah yang terendam mencapai 311 hektar, dengan 1117 rumah juga terendam,” tambah mantan Camat Gresik ini.
Sementara itu, Camat Benjeng Suryo Wibowo mengaku belum bisa mendata nilai kerugian yang diderita warganya. Data sementara, desa yang terendam banjir adalah Desa Munggugianti, Sedapur Klagen, Kedungrukem, Deliksumber, Kalipadang, Lundo, Sirnoboyo, Bulangkulon dan Bulurejo.
Jalan desa yang terendam mencapai 31.560 km, jalan kabupaten 2.500 km, sawah 866 hektar dan rumah 794 buah yang juga terendam. “Untuk sementara, kita akan mendata tingkat kerugian warga. Sebab sampai saat ini, banjir masih merendam,” ujar Camat Suryo Wibowo.
SURYA KAMIS, 24 MARET 2011
http://www.surya.co.id/berita-foto/wabup-langsung-bantu-korban-banjir.html
Banjir di Gresik Semakin Meluas Pada 27 Maret 2011
GRESIK | SURYA Online – banjir di Gresik semakin meluas. Untuk wilayah Selatan, banjir diakibatkan meluapnya Kali Lamong. Sedangkan untuk wilayah Utara, banjir disebabkan curah hujan yang sangat deras, Sabtu (26/3) malam.
Akibat hujan deras, kawasan Duduksampeyan kebanjiran hingga meluber ke jalan provinsi yang menghubungkan Surabaya – Jakarta. Banjir disebabkan curah hujan yang sangat tinggi, sehingga sejumlah tambak yang ada di samping kiri dan kanan jalan meluap, hingga meluber ke jalan raya.
Selain air tambah bercampur lumpur, sejumlah ikan bandeng dan mujaer yang semula di dalam tambak juga turut meluber ke jalan raya.
Slamet, warga setempat mengatakan ketinggian banjir akibat melubernya air tambak hingga mencapai lutut orang dewasa. “Banjir terparah di Desa Watangrejo hingga sejauh 4 Km menuju kecamatan Duduksampeyan,” ujar Slamet.
Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas dari Surabaya diarahkan untuk tidak melewati kawasan Duduksampeyan. Truk dan mobil yang lewat tol, diarahkan turun di exit Manyar selanjutnya ke Lamongan melalui Sidayu dan WBL. Sedangkan arus lalin dari Lamongan, diharuskan pelan-pelan saat melintas di Duduksampeyan.
Sementara di kawasan Selatan, banjir akibat meluapnya Kali Lamong juga semakin merendam sejumlah kawasan. Di Dusun Glintung Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, banjir merendak kawasan persawahan yang seharusnya siap panen.
Di Dusun Ngasinan Desa Kepatihan seluruh dusun terendam banjir. Dusun yang berbatasan dengan Kota Surabaya, terendam air sejak Sabtu dengan ketinggian selutut orang dewasa.
Sedangkan Jembatan Boboh, yang melintasi Kali Lamong di perbatasan Menganti – Cerme sudah ditutup untuk semua jenis kendaraan sejak Sabtu malam. Akibat permukaan Kali Lamong yang semakin meninggi hingga mendekati permukaan jembatan.
Surya Minggu, 27 Maret 2011 | 10:20 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/banjir-gresik-semakin-meluas-2.html
Akibat hujan deras, kawasan Duduksampeyan kebanjiran hingga meluber ke jalan provinsi yang menghubungkan Surabaya – Jakarta. Banjir disebabkan curah hujan yang sangat tinggi, sehingga sejumlah tambak yang ada di samping kiri dan kanan jalan meluap, hingga meluber ke jalan raya.
Selain air tambah bercampur lumpur, sejumlah ikan bandeng dan mujaer yang semula di dalam tambak juga turut meluber ke jalan raya.
Slamet, warga setempat mengatakan ketinggian banjir akibat melubernya air tambak hingga mencapai lutut orang dewasa. “Banjir terparah di Desa Watangrejo hingga sejauh 4 Km menuju kecamatan Duduksampeyan,” ujar Slamet.
Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas dari Surabaya diarahkan untuk tidak melewati kawasan Duduksampeyan. Truk dan mobil yang lewat tol, diarahkan turun di exit Manyar selanjutnya ke Lamongan melalui Sidayu dan WBL. Sedangkan arus lalin dari Lamongan, diharuskan pelan-pelan saat melintas di Duduksampeyan.
Sementara di kawasan Selatan, banjir akibat meluapnya Kali Lamong juga semakin merendam sejumlah kawasan. Di Dusun Glintung Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, banjir merendak kawasan persawahan yang seharusnya siap panen.
Di Dusun Ngasinan Desa Kepatihan seluruh dusun terendam banjir. Dusun yang berbatasan dengan Kota Surabaya, terendam air sejak Sabtu dengan ketinggian selutut orang dewasa.
Sedangkan Jembatan Boboh, yang melintasi Kali Lamong di perbatasan Menganti – Cerme sudah ditutup untuk semua jenis kendaraan sejak Sabtu malam. Akibat permukaan Kali Lamong yang semakin meninggi hingga mendekati permukaan jembatan.
Surya Minggu, 27 Maret 2011 | 10:20 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/banjir-gresik-semakin-meluas-2.html
Senin, 07 Februari 2011
Banjir Kali Lamong 2011
GRESIK l SURYA Online — Kawasan Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, dan lima desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (5/2/2011), masih tergenang air luapan Kali Lamong. Tinggi genangan di Cermen Lerek mencapai 80 sentimeter.
Komandan Komando Resor Militer 084 Bhaskara Jaya Kolonel Infantri Andi Zainuddin didampingi Komandan Komando Distrik Militer 0817 Gresik Letnan Kolonel Arhanud Eko Wibowo dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Sabtu, meninjau banjir akibat meluapnya Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Rombongan juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, dan Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean.
Mohammad Qosim menuturkan, banjir melanda Kecamatan Cerme, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, dan Wringinanom. Kondisi saat ini sudah bagus, genangan mulai surut. Sebelumnya tinggi genangan mencapai 1,2 meter dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. “Curah hujan tinggi. Kali Lamong tidak mampu menampung sehingga banjir,” katanya.
Camat Cerme Bambang Wibisono melaporkan, banjir bandang diakibatkan curah hujan tinggi di Lamongan dan Mojokerto. Kali Lamong tidak mampu menampung. Hal ini diperparah kondisi laut pasang. Banjir di Cerme mulai terjadi pada Minggu (31/1/2011) dan menggenangi sedikitnya 12 desa dari 25 desa. Terakhir wilayah Desa Pandu, Jono, dan Tambakberas, yang posisinya di sebelah barat Kali Lamong, karena tanggul kritis.
Kondisi kritis itu ditanggulangi dengan karung plastik berisi pasir sebagai tanggul darurat. Namun, air Kali Lamong terus naik dan meluber sehingga menimbulkan genangan setinggi 30-120 sentimeter. Air menggenangi rumah, sawah, tambak, dan jalan raya.
Wilayah yang masih tergenang adalah Desa Morowudi, Iker-iker Geger, Dungus, Pandu, Jono, dan Cerme Kidul. Dalam upaya meringankan korban banjir, paguyuban kepala desa yang tidak terdampak memberi bantuan berupa nasi bungkus. Sedikitnya 13.000 nasi bungkus dibagikan kepada warga. Setiap hari distribusi diatur.
Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kodim 0817 membuka dapur umum, memberikan bantuan berupa nasi bungkus, serta membuka posko banjir untuk layanan kesehatan. Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Andi Zainuddin, menyatakan, pihaknya memberikan bantuan beras, nasi bungkus, mi instan, dan makanan ringan. “Kami juga merangkul lembaga swadaya masyarakat dan rumah sakit untuk kegiatan sosial,” katanya.
SABTU, 5 FEBRUARI 2011 | 19:49 WIB
http://www.surya.co.id/hot-news/danrem-tinjau-banjir-kali-lamong.html
Komandan Komando Resor Militer 084 Bhaskara Jaya Kolonel Infantri Andi Zainuddin didampingi Komandan Komando Distrik Militer 0817 Gresik Letnan Kolonel Arhanud Eko Wibowo dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Sabtu, meninjau banjir akibat meluapnya Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Rombongan juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, dan Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean.
Mohammad Qosim menuturkan, banjir melanda Kecamatan Cerme, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, dan Wringinanom. Kondisi saat ini sudah bagus, genangan mulai surut. Sebelumnya tinggi genangan mencapai 1,2 meter dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. “Curah hujan tinggi. Kali Lamong tidak mampu menampung sehingga banjir,” katanya.
Camat Cerme Bambang Wibisono melaporkan, banjir bandang diakibatkan curah hujan tinggi di Lamongan dan Mojokerto. Kali Lamong tidak mampu menampung. Hal ini diperparah kondisi laut pasang. Banjir di Cerme mulai terjadi pada Minggu (31/1/2011) dan menggenangi sedikitnya 12 desa dari 25 desa. Terakhir wilayah Desa Pandu, Jono, dan Tambakberas, yang posisinya di sebelah barat Kali Lamong, karena tanggul kritis.
Kondisi kritis itu ditanggulangi dengan karung plastik berisi pasir sebagai tanggul darurat. Namun, air Kali Lamong terus naik dan meluber sehingga menimbulkan genangan setinggi 30-120 sentimeter. Air menggenangi rumah, sawah, tambak, dan jalan raya.
Wilayah yang masih tergenang adalah Desa Morowudi, Iker-iker Geger, Dungus, Pandu, Jono, dan Cerme Kidul. Dalam upaya meringankan korban banjir, paguyuban kepala desa yang tidak terdampak memberi bantuan berupa nasi bungkus. Sedikitnya 13.000 nasi bungkus dibagikan kepada warga. Setiap hari distribusi diatur.
Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kodim 0817 membuka dapur umum, memberikan bantuan berupa nasi bungkus, serta membuka posko banjir untuk layanan kesehatan. Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Andi Zainuddin, menyatakan, pihaknya memberikan bantuan beras, nasi bungkus, mi instan, dan makanan ringan. “Kami juga merangkul lembaga swadaya masyarakat dan rumah sakit untuk kegiatan sosial,” katanya.
SABTU, 5 FEBRUARI 2011 | 19:49 WIB
http://www.surya.co.id/hot-news/danrem-tinjau-banjir-kali-lamong.html
Minggu, 14 November 2010
Gresik : 5 Menit Dapat Sampah Satu Truk di Pinggir Kali Lamong
Gresik - Surya- Ternyata kesadaran warga untuk tidak membuang sampah di pinggiran kali masih sangat rendah. Terbukti, hanya dalam waktu lima menit tim bersih kali berhasil mengumpulkan satu truk sampah yang dibersihkan di bantaran Kali Lamong di Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas, Jumat (12/11).
“Tumpukan sampahnya luar biasa,” ujar Hamim Farhan, dosen Universitas Muhammadiyah Gresik yang ikut dalam aksi bersih-bersih Kali Lamong dalam rangka Hari Pahlawan tersebut.
Kepala Desa Sukorejo Fathur Rahman yang memprakarsai acara ini mengatakan, aksi bersih kali diikuti 100 orang yang terdiri dari kalangan pemuda, warga Sukorejo, Koramil Kebomas, Polsek Kebomas, kelompok Slankers Gresik. Ikut juga, Camat Kebomas Khusaeni dan Danramil Kebomas.
Acara bersih-bersih ini, kata Fathur Rahman, merupakan upaya untuk mengantisipasi banjir luapan yang setiap saat bisa terjadi. Mengingat pihaknya berkali-kali mengajukan permohonan pembenahan bantaran Kali Lamong, namun tidak pernah direspon pemkab.
2010 | 07:05 WIB
http://www.surya.co.id/2010/1“Warga kami selalu terkena dampak luapan Kali Lamong. Dengan aksi bersih-bersih ini, kami harapkan mampu menggugah pemerintah melakukan pembenahan Kali Lamong,” ujarnya.
Camat Kebomas Khusaini berharap, kegiatan bersih kali tidak sekadar temporer. Tetapi dapat dilakukan secara rutin, karena hal itu cukup efektif. “Bila perlu melibatkan perusahaan yang ada di sekitar,” ujar mantan Sekcam Kebomas. san
Surya Online Sabtu, 13 Nopember 1/13/5-menit-dapat-sampah-satu-truk.html
http://www.surya.co.id/2010/11/13/5-menit-dapat-sampah-satu-truk.html
“Tumpukan sampahnya luar biasa,” ujar Hamim Farhan, dosen Universitas Muhammadiyah Gresik yang ikut dalam aksi bersih-bersih Kali Lamong dalam rangka Hari Pahlawan tersebut.
Kepala Desa Sukorejo Fathur Rahman yang memprakarsai acara ini mengatakan, aksi bersih kali diikuti 100 orang yang terdiri dari kalangan pemuda, warga Sukorejo, Koramil Kebomas, Polsek Kebomas, kelompok Slankers Gresik. Ikut juga, Camat Kebomas Khusaeni dan Danramil Kebomas.
Acara bersih-bersih ini, kata Fathur Rahman, merupakan upaya untuk mengantisipasi banjir luapan yang setiap saat bisa terjadi. Mengingat pihaknya berkali-kali mengajukan permohonan pembenahan bantaran Kali Lamong, namun tidak pernah direspon pemkab.
2010 | 07:05 WIB
http://www.surya.co.id/2010/1“Warga kami selalu terkena dampak luapan Kali Lamong. Dengan aksi bersih-bersih ini, kami harapkan mampu menggugah pemerintah melakukan pembenahan Kali Lamong,” ujarnya.
Camat Kebomas Khusaini berharap, kegiatan bersih kali tidak sekadar temporer. Tetapi dapat dilakukan secara rutin, karena hal itu cukup efektif. “Bila perlu melibatkan perusahaan yang ada di sekitar,” ujar mantan Sekcam Kebomas. san
Surya Online Sabtu, 13 Nopember 1/13/5-menit-dapat-sampah-satu-truk.html
http://www.surya.co.id/2010/11/13/5-menit-dapat-sampah-satu-truk.html
Jumat, 12 November 2010
Banjir Luapan Kali Lamong Meluas
GRESIK (SINDO) – Banjir akibat luapan Kali Lamong meluas. Bila sebelumnya hanya menggenangi sekitar 24 desa di Kecamatan Balongpanggang serta Benjeng, kini meluas hingga Kecamatan Menganti,Cerme,dan Kedamean.
Data Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Gresik, menyebutkan, untuk Kecamatan Kedamean ada tiga desa yang terendam air dengan ketinggian hingga 25 cm.Desa itu adalah Desa Cermen Lerek, Desa Glindah, dan Desa Lampah. Di Kecamatan Menganti meliputi Desa Boboh dan Kepatihan. Sementara itu, di Kecamatan Benjeng, sedikitnya ada 14 desa yang terendam luapan Kali Lamong.
Masing-masing Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Munggugianti, Kedungrukem, Klampok, Bengkelolor, Kalipadang, Lundo, Sirnoboyo, Karangankidul, Bulangkulon, Dermo, Bulurejo, Kedungsekar. ”Untuk air di Kecamatan Benjeng mulai surut. Air bergeser ke Kecamatan Cerme,” tutur Suryo Wibowo, Camat Benjeng,kemarin.
Terparah mulai dirasakan warga di Kecamatan Cerme.Sampai berita ini ditulis, sedikitnya ada 14 desa yang terendam air hingga ketinggian 1 meter. Desa itu di antaranya Lengkong, Dampaan, Dooro, Dadap Kuning, Gurang Anyar, Morowudi, Iker-Iker Geger,Dungus, Betiting,Suko Anyar, Jono, Pandu, Landean, dan Desa Kandangan. Khusus di Kecamatan Cerme, Satlak BPB Gresik mencatat bahwa dari 14 desa tersebut rumah warga yang terendam mencapai 2.175 unit rumah, sawah yang terendam mencapai 568 hektar, dan 274 hektare tambak warga terendam.
”Kerugian yang kami taksir mencapai Rp945 juta,”aku Suryo Wibowo yang juga pelaksana tugas (PLT) Camat Cerme. Bahkan,di pertigaan Desa Morowudi, ketinggian air merendam jalan raya. Praktis jalur menuju Menganti, Balongpanggang, dari Gresik dialihkan melalui jalur Desa Metatu. Sebab, air terus meninggi. Bahkan, hingga pukul 15.30 WIB kemarin,ketinggian air mencapai 75 cm. Tidak sedikit mobil dan motor yang mogok. Diprediksi banjir luapan Kali Lamong bakal terjadi lagi.
Ini mengingat sampai kini wilayah Mojokerto, Jombang, dan Lamongan terjadi hujan yang cukup deras. Bila ini terjadi dikhawatirkan kerugian semakin banyak.Sebab, sawah yang baru ditanami akan mengalami puso. Sekretaris Satlak BPB Gresik Wahib memperkirakan, kendati sampai saat ini air di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng mulai menyusut dan berpindah ke Kecamatan Cerme, tapi ancaman banjir susulan tetap ada. Sebab, hingga kini ada sekitar 6 km tanggung Kali Lamong di wilayah Benjeng yang belum diperbaiki.
”Biasanya satu tahun bisa sampai 15 kali. Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke pemprov untuk membangun tanggul Kali Lamong, tapi tetap belum ada respons, ”akunya. Sebaliknya, Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya menyebutkan, untuk saat ini pemkab telah menyiapkan bantuan di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme. Untuk Kecamatan Benjeng sejumlah 200 dos mi instan dan 150 dos air kemasan, Balongpangang 100 dos mi instan dan 50 dos air kemasan. PBP Gresik juga menyiapkan 2000 karung plastik. (ashadi ik)
Koran Sindo - 08 November 2010
http://www.digilib-ampl.net/detail/detail.php?row=0&tp=kliping&ktg=banjirluar&kode=11141
Data Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Gresik, menyebutkan, untuk Kecamatan Kedamean ada tiga desa yang terendam air dengan ketinggian hingga 25 cm.Desa itu adalah Desa Cermen Lerek, Desa Glindah, dan Desa Lampah. Di Kecamatan Menganti meliputi Desa Boboh dan Kepatihan. Sementara itu, di Kecamatan Benjeng, sedikitnya ada 14 desa yang terendam luapan Kali Lamong.
Masing-masing Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Munggugianti, Kedungrukem, Klampok, Bengkelolor, Kalipadang, Lundo, Sirnoboyo, Karangankidul, Bulangkulon, Dermo, Bulurejo, Kedungsekar. ”Untuk air di Kecamatan Benjeng mulai surut. Air bergeser ke Kecamatan Cerme,” tutur Suryo Wibowo, Camat Benjeng,kemarin.
Terparah mulai dirasakan warga di Kecamatan Cerme.Sampai berita ini ditulis, sedikitnya ada 14 desa yang terendam air hingga ketinggian 1 meter. Desa itu di antaranya Lengkong, Dampaan, Dooro, Dadap Kuning, Gurang Anyar, Morowudi, Iker-Iker Geger,Dungus, Betiting,Suko Anyar, Jono, Pandu, Landean, dan Desa Kandangan. Khusus di Kecamatan Cerme, Satlak BPB Gresik mencatat bahwa dari 14 desa tersebut rumah warga yang terendam mencapai 2.175 unit rumah, sawah yang terendam mencapai 568 hektar, dan 274 hektare tambak warga terendam.
”Kerugian yang kami taksir mencapai Rp945 juta,”aku Suryo Wibowo yang juga pelaksana tugas (PLT) Camat Cerme. Bahkan,di pertigaan Desa Morowudi, ketinggian air merendam jalan raya. Praktis jalur menuju Menganti, Balongpanggang, dari Gresik dialihkan melalui jalur Desa Metatu. Sebab, air terus meninggi. Bahkan, hingga pukul 15.30 WIB kemarin,ketinggian air mencapai 75 cm. Tidak sedikit mobil dan motor yang mogok. Diprediksi banjir luapan Kali Lamong bakal terjadi lagi.
Ini mengingat sampai kini wilayah Mojokerto, Jombang, dan Lamongan terjadi hujan yang cukup deras. Bila ini terjadi dikhawatirkan kerugian semakin banyak.Sebab, sawah yang baru ditanami akan mengalami puso. Sekretaris Satlak BPB Gresik Wahib memperkirakan, kendati sampai saat ini air di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng mulai menyusut dan berpindah ke Kecamatan Cerme, tapi ancaman banjir susulan tetap ada. Sebab, hingga kini ada sekitar 6 km tanggung Kali Lamong di wilayah Benjeng yang belum diperbaiki.
”Biasanya satu tahun bisa sampai 15 kali. Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke pemprov untuk membangun tanggul Kali Lamong, tapi tetap belum ada respons, ”akunya. Sebaliknya, Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya menyebutkan, untuk saat ini pemkab telah menyiapkan bantuan di Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme. Untuk Kecamatan Benjeng sejumlah 200 dos mi instan dan 150 dos air kemasan, Balongpangang 100 dos mi instan dan 50 dos air kemasan. PBP Gresik juga menyiapkan 2000 karung plastik. (ashadi ik)
Koran Sindo - 08 November 2010
http://www.digilib-ampl.net/detail/detail.php?row=0&tp=kliping&ktg=banjirluar&kode=11141
PREDIKSI LAJU SEDIMENTASI DI MUARA KALI LAMONG MENGGUNAKAN MODEL MATEMATIS ALIRAN DAN ANGKUTAN SEDIMEN (THE PREDICTION OF SEDIMENTATION RATE IN KALI L
Kali Lamong mengalirkan debit aliran yang membawa sedimen ke muara Teluk Lamong. Kemiringan dasar sungai di hilir dan muara relatif landai sehingga kecepatan aliran menjadi kecil. Selain oleh kemiringan dasar sungai yang memperlambat kecepatan aliran, juga disebabkan oleh pasang air laut, karena pada saat kecepatan aliran kecil, maka sedimen yang terbawa aliran tersebut akan mengendap. Proses ini berlangsung terus menerus sehingga pengendapan sedimen semakin lama semakin tinggi. Akibatnya dasar sungai di muara menjadi dangkal. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk memprediksi laju sedimentasi dan mengetahui parameter-parameter penting yang ada di dalam permodelan matematis aliran dan angkutan sedimen di muara Kali Lamong tersebut. Penelitian diawali dengan studi literatur, diskritisasi model, pengumpulan data primer dan data sekunder, pembuatan geometri, memasukan data primer dan sekunder sebagai input di program, memasukkan parameter aliran agar hasil simulasi mendekati kondisi di lapangan. Data lapangan yang digunakan sebagai kalibrasi adalah hasil pengukuran kecepatan di lapangan dari Lembaga Penelitian ITS (2001). Untuk model matematis ini, digunakan suatu program yang sesuai dengan permodelan pantai yaitu program SMS versi 8.0. Dari hasil kalibrasi diperoleh nilai parameter koefisien viskositas eddy (E) sebesar 50.000 pa detik dan nilai parameter koefisien manning (n) sebesar 0,022, nilai tersebut didapatkan suatu nilai RMSE kecepatan sebesar 0,1170 m/dtk. Pada penelitian ini juga dilakukan sensitifitas analisis pada parameter model. Sehingga disimpulkan bahwa parameter yang banyak berpengaruh pada model angkutan sedimen penelitian ini adalah parameter koefisien Kekasaran Manning, Koefisien Difusi dan konsentrasi sedimen yang berasal dari sungai. Sedangkan perubahan koefisien Viskositas Eddy tidak terlalu banyak berpengaruh didalam permodelan aliran. Hasil prediksi laju sedimentasi di Muara Kali Lamong diperoleh perkiraan sebesar 0,116 m per tahun.
(Discharge Kali Lamong brings sedimentation to the Lamong Bay estuary. The river bed slope between upstream and the estuary is relatively flat, so the stream velocity become low. Besides of the small river slope which making the stream slowed, it also caused by the tide of the sea. Because when the stream�s velocity is slow, the sediment carried will be accumulated in the river bed. This process occurs continually until the sedimentation got more and more by the time. As a result, river bed in the estuary became shallow. Because of it, a research is held to predicting sedimentation rate and knowing essential parameters that affecting mathematics flow modeling and sediment transport of the estuary of Kali Lamong. This research started with doing literature study, discretiation of the model, collecting primary and secondary data, making geometry, and inputting flow parameter in order to obtain similar result of simulation if compared with the real condition. Observation data used as the calibration here is the result of velocity measurement on the location performed by Lembaga Penelitian ITS (2001). For the mathematical program, a software which is suit with coastal model, SMS version 8.0 is used. From the result of calibration, obtained that the parameter value of Eddy viscocity coefficient (E) is 50,000 Pa second and parameter value of Manning coefficient (n) is 0.022. From those value, a value of RMSE velocity of 0.1170 m/sec is achieved. Sensitivity analysis to the model parameter is also performed in this research. So can be concluded that parameter that have a big effect of the sediment transport model of this research are Manning coefficient, diffusion coefficient, and sediment concentration that comes from the river, whereas the changing of Eddy viscosity coefficient doesn�t affecting that much on the flowing model. The prediction result of sedimentation rate in Kali Lamong estuary is approximately 0.116 m per year.)
Oleh SULISTYANINGSIH, BUTYLIASTRI ( 3107205710 )
Sumber Digital Library ITS Surabaya http://digilib.its.ac.id/ITS-Master-3100009036953/11799
E-mail : libits@its.ac.id
(Discharge Kali Lamong brings sedimentation to the Lamong Bay estuary. The river bed slope between upstream and the estuary is relatively flat, so the stream velocity become low. Besides of the small river slope which making the stream slowed, it also caused by the tide of the sea. Because when the stream�s velocity is slow, the sediment carried will be accumulated in the river bed. This process occurs continually until the sedimentation got more and more by the time. As a result, river bed in the estuary became shallow. Because of it, a research is held to predicting sedimentation rate and knowing essential parameters that affecting mathematics flow modeling and sediment transport of the estuary of Kali Lamong. This research started with doing literature study, discretiation of the model, collecting primary and secondary data, making geometry, and inputting flow parameter in order to obtain similar result of simulation if compared with the real condition. Observation data used as the calibration here is the result of velocity measurement on the location performed by Lembaga Penelitian ITS (2001). For the mathematical program, a software which is suit with coastal model, SMS version 8.0 is used. From the result of calibration, obtained that the parameter value of Eddy viscocity coefficient (E) is 50,000 Pa second and parameter value of Manning coefficient (n) is 0.022. From those value, a value of RMSE velocity of 0.1170 m/sec is achieved. Sensitivity analysis to the model parameter is also performed in this research. So can be concluded that parameter that have a big effect of the sediment transport model of this research are Manning coefficient, diffusion coefficient, and sediment concentration that comes from the river, whereas the changing of Eddy viscosity coefficient doesn�t affecting that much on the flowing model. The prediction result of sedimentation rate in Kali Lamong estuary is approximately 0.116 m per year.)
Oleh SULISTYANINGSIH, BUTYLIASTRI ( 3107205710 )
Sumber Digital Library ITS Surabaya http://digilib.its.ac.id/ITS-Master-3100009036953/11799
E-mail : libits@its.ac.id
Kali Lamong Meluap
GRESIK, KOMPAS.com - Hujan deras di wilayah Benjeng dan Balongpanggang ditambah kiriman air dari wilayah Lamongan, dan Mojokerto menyebabkan Kali Lamong meluap. Luapan air Kali Lamong menyebabkan puluhan hektar areal sawah dan puluhan rumah tergenang. Hingga Selasa (2/11/2010) sore, ketinggian genangan air berkisar 30 sentimeter hingga 1 meter. Genangan air juga melumpuhkan jalur kendaraan dari Benjeng-Balongpanggang.
Sejumlah wilayah di Kecamatan Benjeng yang tergenang diantaranya Desa Ngablak, Sedapur Klagen, Kedungdukuh, Gluran Ploso, Kedungrukem, Delik Sumber, Bulang Kulon, Munggugianti, Sirnoboyo, Bulurejo, Kalipadang, Klampok, dan Lundo. Luapan Kali Lamong juga sempat mengenangi Kecamatan Balongpanggang di Desa Wotansari, Banjaragung, Pucung, Sekarputih, Sugihwaras dan Dapet.
Menurut Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Gresik, Asikin Hariyanto, curah hujan yang masih tinggi dan ditambah genangan air yang menerjang areal pertanian menyebabkan musim tanam padi akan mundur hingga Februari dan Maret. Selain itu curah hujan dan tingginya henangan menyebabkan hasil panen palawija tidak sempurna dan banyak yang busuk.
"Biji tanaman kangkung harganya juga jeblok dari sebelumnya Rp 8.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram. Kualitas hasil pertanian merosot akibat terlalu banyak mengandung air. Yang jelas ada perubahan musim tanam akibat pergeseran iklim dan penyimpangan cuaca," katanya.
Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto
Kompas.com Selasa, 2 November 2010 | 18:58 WIB
http://regional.kompas.com/read/2010/11/02/18582934/Kali.Lamong.Meluap-14
Sejumlah wilayah di Kecamatan Benjeng yang tergenang diantaranya Desa Ngablak, Sedapur Klagen, Kedungdukuh, Gluran Ploso, Kedungrukem, Delik Sumber, Bulang Kulon, Munggugianti, Sirnoboyo, Bulurejo, Kalipadang, Klampok, dan Lundo. Luapan Kali Lamong juga sempat mengenangi Kecamatan Balongpanggang di Desa Wotansari, Banjaragung, Pucung, Sekarputih, Sugihwaras dan Dapet.
Menurut Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Gresik, Asikin Hariyanto, curah hujan yang masih tinggi dan ditambah genangan air yang menerjang areal pertanian menyebabkan musim tanam padi akan mundur hingga Februari dan Maret. Selain itu curah hujan dan tingginya henangan menyebabkan hasil panen palawija tidak sempurna dan banyak yang busuk.
"Biji tanaman kangkung harganya juga jeblok dari sebelumnya Rp 8.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram. Kualitas hasil pertanian merosot akibat terlalu banyak mengandung air. Yang jelas ada perubahan musim tanam akibat pergeseran iklim dan penyimpangan cuaca," katanya.
Laporan wartawan Kompas Adi Sucipto
Kompas.com Selasa, 2 November 2010 | 18:58 WIB
http://regional.kompas.com/read/2010/11/02/18582934/Kali.Lamong.Meluap-14
Gresik Diterjang Banjir, 15 Desa Terendam
Gresik - Banjir yang melanda Mojokerto sebelah utara makin meluap. Bila semula banjir hanya di dua desa Kecamatan Jetis yakni Desa Bendo dan Desa Kaliasin.
Air kemudian meluap ke Kecamatan Dawarblandong pada pukul 18.20 WIB, Jumat (5/11/2010) kini banjir melanda 2 kecamatan di Kabupaten Gresik.
Banjir yang melanda dua kecamatan ini disebabkan guyuran hujan selama beberapa jam di wilayah Mojokerto, akibatnya Sungai Lamong tidak mampu menampung debit air, akibatnya beberapa belasan desa yang terletak di bantaran Sungai Lamong di Kabupaten Gresik juga terendam air.
Di kecamatan Balongpanggang ada 7 desa, yakni, Dusun Sugihwaras, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karangsemanding, Banjaragung dan Pucung. Sementara di Kecamatan Benjeng ada , 8 desa Lundo, Balongmojo, Bulangkulon, Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti dan Dusun Ngablak.
"Tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB banjir hanya setinggi mata kaki, tapi sekarang banjir mencapai pinggang orang dewasa," kata Kepala Desa Karangsemanding, Edi Suwanto kepada detiksurabaya.com di lokasi. Sabtu (6/11/2010).
Beberapa warga terlihat mengungsi di tempat-tempat aman. "Tadi subuh diumumkan lewat masjid kalau ada banjir besar, kami langsung mengungsi ke masjid," ungkap Suroto (47), warga Karangsemanding.
Pantauan di lapangan, hingga pukul 12.30 WIB, banjir belum juga surut. Warga memilih tetap berada di lokasi yang lebih aman, warga takut akan banjir susulan, "Dari pagi kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa menunggu air surut," pungkas Suroto.
(wln/wln) Tamam Mubarrok - detikSurabaya
Detik Surabaya Sabtu, 06/11/2010 13:45 WIB
http://surabaya.detik.com/read/2010/11/06/134507/1488190/475/gresik-diterjang-banjir-15-desa-terendam
Air kemudian meluap ke Kecamatan Dawarblandong pada pukul 18.20 WIB, Jumat (5/11/2010) kini banjir melanda 2 kecamatan di Kabupaten Gresik.
Banjir yang melanda dua kecamatan ini disebabkan guyuran hujan selama beberapa jam di wilayah Mojokerto, akibatnya Sungai Lamong tidak mampu menampung debit air, akibatnya beberapa belasan desa yang terletak di bantaran Sungai Lamong di Kabupaten Gresik juga terendam air.
Di kecamatan Balongpanggang ada 7 desa, yakni, Dusun Sugihwaras, Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karangsemanding, Banjaragung dan Pucung. Sementara di Kecamatan Benjeng ada , 8 desa Lundo, Balongmojo, Bulangkulon, Sedapurklagen, Deliksumber, Kedungrukem, Munggugianti dan Dusun Ngablak.
"Tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB banjir hanya setinggi mata kaki, tapi sekarang banjir mencapai pinggang orang dewasa," kata Kepala Desa Karangsemanding, Edi Suwanto kepada detiksurabaya.com di lokasi. Sabtu (6/11/2010).
Beberapa warga terlihat mengungsi di tempat-tempat aman. "Tadi subuh diumumkan lewat masjid kalau ada banjir besar, kami langsung mengungsi ke masjid," ungkap Suroto (47), warga Karangsemanding.
Pantauan di lapangan, hingga pukul 12.30 WIB, banjir belum juga surut. Warga memilih tetap berada di lokasi yang lebih aman, warga takut akan banjir susulan, "Dari pagi kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa menunggu air surut," pungkas Suroto.
(wln/wln) Tamam Mubarrok - detikSurabaya
Detik Surabaya Sabtu, 06/11/2010 13:45 WIB
http://surabaya.detik.com/read/2010/11/06/134507/1488190/475/gresik-diterjang-banjir-15-desa-terendam
Senin, 08 November 2010
Banjir Gresik Semakin Meluas
Bupati Sambari dan Wakil Bupati Qosim Ikut Berbasah-basah
Gresik - Surya- Banjir akibat meluapnya Kali Lamong semakin meluas. Bila sebelumnya hanya menggenangi Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, dan Kecamatan Menganti, kini meluas hingga Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kedamean dengan cakupan desa lebih dari 30 desa.
Data Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Gresik menyebutkan di Kecamatan Kedamean terdapat tiga desa yang terendam air dengan ketinggian 25 sentimeter, yaitu, Desa Cermen Lerek, Desa Glindah, dan Desa Lampah. Di Kecamatan Menganti meliputi Desa Boboh dan Desa Kepatihan.
Sedangkan di Kecamatan Benjeng, sedikitnya ada 14 desa yang terendam masing-masing Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Munggugianti, Kedungrukem, Klampok, Bengkelolor, Kalipadang, Lundo, Sirnoboyo, Karangankidul, Bulangkulon, Dermo, Bulurejo, dan Desa Kedungsekar. “Untuk air di Kecamatan Benjeng mulai surut. Air bergeser ke Kecamatan Cerme,” ujar Suryo Wibowo, Camat Benjeng, Minggu (7/11).
Kondisi terparah dirasakan warga di 14 desa di Kecamatan Cerme. Sebab, hingga Minggu (7/11) petang kemarin, ketinggian air masih sekitar 1 meter. Ke-14 desa yang terendam
adalah Desa Lengkong, Dampaan, Dooro, Dadapkuning, Burang Anyar, Morowudi, Iker-Iker Geger, Dungus, Betiting, Suko Anyar, Jono, Pandu, Landean, dan Desa Kandangan.
Khusus di Kecamatan Cerme, Satlak BPB Gresik mencatat, dari 14 desa jumlah rumah warga yang terendam sebanyak 2.175 unit, sawah seluas 568 hektare dan tambak seluas 274 hektare. “Kerugian kami taksir mencapai Rp 945 juta,” aku Suryo Wibowo, yang juga pelaksana tugas (PLT) Camat Cerme.
Bahkan, di pertigaan Desa Morowudi banjir merendam jalan raya. Akibatnya, jalur menuju dari Gresik Menganti dan Balongpanggang untuk sementara dialihkan melalui Desa Metatu.(Kec. Benjeng)
Diprediksi, banjir luapan Kali Lamong bakal terjadi lagi. Mengingat sampai saat ini wilayah Mojokerto, Jombang, dan Lamongan terjadi hujan yang cukup deras. Bila banjir masih terjadi, warga akan semakin merugi. Sebab, sawah yang baru ditanami akan mengalami puso.
Padahal, di Kecamatan Benjeng sebanyak 4.612 rumah yang terendam air dengan ketinggian hingga 1 meter. Kemudian 1.033 hektare sawah milik warga yang tergenang air dengan total kerugian diperkirakan Rp 1,9 miliar.
Sekretaris Satlak BPB Gresik, Wafik, memperkirakan kendati sampai saat ini air di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng mulai menyusut dan berpindah ke Kecamatan Cerme, namun ancaman banjir susulan tetap ada. Sebab, sampai saat ini ada sekitar 6 kilometer tanggul Kali Lamong di wilayah Benjeng yang belum diperbaiki.
“Biasanya satu tahun bisa sampai 15 kali banjir. Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov untuk membangun tanggul Kali Lamong, namun tetap belum ada respons,” akunya.
SQ Ikut Berbasah-basah
Beberapa jam setelah mendapat kabar sejumlah desa kebanjiran, Bupati Gresik Dr Ir Sambari Halim Radianto ST MSi dan Wabup Drs HM Qosim MSi didampingi sejumlah staf, langsung turun ke lokasi banjir, Sabtu (6/11) sore.
Tanpa ragu-ragu, kedua petinggi Pemkab Gresik itu langsung melepas sepatu lalu ikut berbasah-basah dengan warga yang rumahnya kebanjiran. Selain memberi arahan untuk stafnya, Sambari - Qosim juga menyambangi warganya di sejumlah desa yang kebanjiran hingga lutut orang dewasa.
Menurut Bupati Sambari, banjir ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri karena menyangkut banyak pihak (dinas) maupun daerah lain. “Ke depan kami akan berkoordinasi dengan pihak DAS Solo untuk penanganan banjir ini agar lebih terpadu,” ujar Bupati Sambari saat memberikan bantuan untuk warga di Pendopo Kecamatan Benjeng.
Kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya menambahkan, untuk sementara bantuan untuk Kecamatan Benjeng berupa 200 dus mi instan dan 150 dus air kemasan, Kecamatan Balongpangang 100 dus mi instan dan 50 dus air kemasan. PBP Gresik juga menyiapkan 2.000 karung plastik.” Kami belum mengirimkan bantuan beras karena kami belum koordinasi dengan Bulog. Rencananya Senin besok, kami akan mengirimkan beras ke daerah banjir,” tambah Andhy. (San)
Surya Online Senin, 8 Nopember 2010 | 08:50 WI
http://www.surya.co.id/2010/11/08/banjir-gresik-semakin-meluas.html
Gresik - Surya- Banjir akibat meluapnya Kali Lamong semakin meluas. Bila sebelumnya hanya menggenangi Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, dan Kecamatan Menganti, kini meluas hingga Kecamatan Cerme dan Kecamatan Kedamean dengan cakupan desa lebih dari 30 desa.
Data Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Gresik menyebutkan di Kecamatan Kedamean terdapat tiga desa yang terendam air dengan ketinggian 25 sentimeter, yaitu, Desa Cermen Lerek, Desa Glindah, dan Desa Lampah. Di Kecamatan Menganti meliputi Desa Boboh dan Desa Kepatihan.
Sedangkan di Kecamatan Benjeng, sedikitnya ada 14 desa yang terendam masing-masing Desa Sedapurklagen, Deliksumber, Munggugianti, Kedungrukem, Klampok, Bengkelolor, Kalipadang, Lundo, Sirnoboyo, Karangankidul, Bulangkulon, Dermo, Bulurejo, dan Desa Kedungsekar. “Untuk air di Kecamatan Benjeng mulai surut. Air bergeser ke Kecamatan Cerme,” ujar Suryo Wibowo, Camat Benjeng, Minggu (7/11).
Kondisi terparah dirasakan warga di 14 desa di Kecamatan Cerme. Sebab, hingga Minggu (7/11) petang kemarin, ketinggian air masih sekitar 1 meter. Ke-14 desa yang terendam
adalah Desa Lengkong, Dampaan, Dooro, Dadapkuning, Burang Anyar, Morowudi, Iker-Iker Geger, Dungus, Betiting, Suko Anyar, Jono, Pandu, Landean, dan Desa Kandangan.
Khusus di Kecamatan Cerme, Satlak BPB Gresik mencatat, dari 14 desa jumlah rumah warga yang terendam sebanyak 2.175 unit, sawah seluas 568 hektare dan tambak seluas 274 hektare. “Kerugian kami taksir mencapai Rp 945 juta,” aku Suryo Wibowo, yang juga pelaksana tugas (PLT) Camat Cerme.
Bahkan, di pertigaan Desa Morowudi banjir merendam jalan raya. Akibatnya, jalur menuju dari Gresik Menganti dan Balongpanggang untuk sementara dialihkan melalui Desa Metatu.(Kec. Benjeng)
Diprediksi, banjir luapan Kali Lamong bakal terjadi lagi. Mengingat sampai saat ini wilayah Mojokerto, Jombang, dan Lamongan terjadi hujan yang cukup deras. Bila banjir masih terjadi, warga akan semakin merugi. Sebab, sawah yang baru ditanami akan mengalami puso.
Padahal, di Kecamatan Benjeng sebanyak 4.612 rumah yang terendam air dengan ketinggian hingga 1 meter. Kemudian 1.033 hektare sawah milik warga yang tergenang air dengan total kerugian diperkirakan Rp 1,9 miliar.
Sekretaris Satlak BPB Gresik, Wafik, memperkirakan kendati sampai saat ini air di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng mulai menyusut dan berpindah ke Kecamatan Cerme, namun ancaman banjir susulan tetap ada. Sebab, sampai saat ini ada sekitar 6 kilometer tanggul Kali Lamong di wilayah Benjeng yang belum diperbaiki.
“Biasanya satu tahun bisa sampai 15 kali banjir. Kami sudah mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov untuk membangun tanggul Kali Lamong, namun tetap belum ada respons,” akunya.
SQ Ikut Berbasah-basah
Beberapa jam setelah mendapat kabar sejumlah desa kebanjiran, Bupati Gresik Dr Ir Sambari Halim Radianto ST MSi dan Wabup Drs HM Qosim MSi didampingi sejumlah staf, langsung turun ke lokasi banjir, Sabtu (6/11) sore.
Tanpa ragu-ragu, kedua petinggi Pemkab Gresik itu langsung melepas sepatu lalu ikut berbasah-basah dengan warga yang rumahnya kebanjiran. Selain memberi arahan untuk stafnya, Sambari - Qosim juga menyambangi warganya di sejumlah desa yang kebanjiran hingga lutut orang dewasa.
Menurut Bupati Sambari, banjir ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri karena menyangkut banyak pihak (dinas) maupun daerah lain. “Ke depan kami akan berkoordinasi dengan pihak DAS Solo untuk penanganan banjir ini agar lebih terpadu,” ujar Bupati Sambari saat memberikan bantuan untuk warga di Pendopo Kecamatan Benjeng.
Kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya menambahkan, untuk sementara bantuan untuk Kecamatan Benjeng berupa 200 dus mi instan dan 150 dus air kemasan, Kecamatan Balongpangang 100 dus mi instan dan 50 dus air kemasan. PBP Gresik juga menyiapkan 2.000 karung plastik.” Kami belum mengirimkan bantuan beras karena kami belum koordinasi dengan Bulog. Rencananya Senin besok, kami akan mengirimkan beras ke daerah banjir,” tambah Andhy. (San)
Surya Online Senin, 8 Nopember 2010 | 08:50 WI
http://www.surya.co.id/2010/11/08/banjir-gresik-semakin-meluas.html
Langganan:
Postingan (Atom)