GRESIK -SURYA- Satu-satunya tempat wisata alam yang berada di pusat kota Gresik, Telaga Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik sejak 1 Oktober 2010 lalu telah berubah fungsi menjadi pusat pemeliharaan ikan bandeng seorang pengusaha.
Sebab, pengelola Telaga Ngipik yaitu PT Swabina Gatra tanpa melalui tender telah menyewakan lahan eks galian PT Semen Gresik (Persero) Tbk itu kepada seorang pengusaha dengan nilai Rp 213 juta per tahun. Telaga seluas 35 hektare yang sering dipakai latihan ski air atlet Jatim tersebut, akan berubah fungsi menjadi pusat budidaya ikan bandeng.
Nantinya, antara penyewa dan PT Swabina Gatra akan kongsian untuk mengisi ikan bandeng di telaga tersebut dengan perhitungan penyewa mengisi dengan 55 rean nener (bibit ikan bandeng), sedangkan Swabina akan menyebarkan 10 rean dengan komposisi 1 rean berisi sekitar 55 ekor bibit bandeng. “Sejak 1 Oktober lalu semuanya dijaga satpam. Pengunjung tidak boleh memancing, tapi kalau pacaran boleh,” ujar Ahmadi, 35, warga Kelurahan Sukarame, Kecamatan Gresik yang setiap hari menyempatkan mancing ikan Nila di telaga tersebut.
Direktur PT Swabina Gatra, Budi Priyantono belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya ada nada sambung, namun tidak diangkat. Nsan
Surya Online Kamis, 14 Oktober 2010 | 07:37 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/14/telaga-wisata-ngipik-diswastakan.html
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Oktober 2010
Senin, 20 September 2010
Potensi Wisata Delegan Belum Tergarap
GRESIK - Pantai Delegan di Gresik Utara sebenarnya menyimpan potensi wisata. Itu terbukti dari membeludaknya pengunjung pada beberapa hari terakhir masa libur Lebaran. Sayang, promosinya kurang sehingga perkembangan Pantai Delegan sebagai tujuan wisata kurang optimal.
Kekurangan tersebut terlihat dari persentase pengunjung yang masih didominasi warga Gresik. Warga luar Gresik masih jarang yang datang ke sana. Belum banyak yang mengetahui pantai yang masuk wilayah Kecamatan Panceng itu.
Berdasar data pengelola Pantai Delegan, selama libur Lebaran (10-19 September) jumlah pengunjung pantai itu mencapai 52 ribu orang. Sekitar 70 persennya merupakan warga asli Gresik. "Untuk pengunjung luar kota agak jarang, Mas," kata Kepala Desa Delegan Muzarodin.
Kalaupun ada pengunjung luar kota, jumlahnya tidak terlalu besar. Selama Lebaran, Delegan sebenarnya juga dikunjungi wisatawan luar negeri. "Tapi, ya itu tadi, Mas. Masih sangat minim," kata Muzarodin.
Sebenarnya, penambahan berbagai fasilitas sudah dilakukan pengelola pantai tersebut. Mulai selancar tali atau dikenal dengan nama flying fox dan dayung dengan perahu kano. "Terus terang, semua kami lakukan sendiri. Sejauh ini belum ada perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, semua harus swadaya," ungkap Muzarodin.
Pada Lebaran kali ini, pengunjung Pantai Delegan memang membeludak. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pengunjung pantai tersebut diperkirakan naik sekitar lima persen.
Kondisi itu cukup beralasan. Sebab, di Gresik tidak banyak objek wisata yang bisa dijadikan sarana rekreasi. Karena itu, Pantai Delegan hingga kini masih jadi salah satu tempat favorit warga lokal untuk berlibur. (ris/c13/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Senin, 20 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=155849
Kekurangan tersebut terlihat dari persentase pengunjung yang masih didominasi warga Gresik. Warga luar Gresik masih jarang yang datang ke sana. Belum banyak yang mengetahui pantai yang masuk wilayah Kecamatan Panceng itu.
Berdasar data pengelola Pantai Delegan, selama libur Lebaran (10-19 September) jumlah pengunjung pantai itu mencapai 52 ribu orang. Sekitar 70 persennya merupakan warga asli Gresik. "Untuk pengunjung luar kota agak jarang, Mas," kata Kepala Desa Delegan Muzarodin.
Kalaupun ada pengunjung luar kota, jumlahnya tidak terlalu besar. Selama Lebaran, Delegan sebenarnya juga dikunjungi wisatawan luar negeri. "Tapi, ya itu tadi, Mas. Masih sangat minim," kata Muzarodin.
Sebenarnya, penambahan berbagai fasilitas sudah dilakukan pengelola pantai tersebut. Mulai selancar tali atau dikenal dengan nama flying fox dan dayung dengan perahu kano. "Terus terang, semua kami lakukan sendiri. Sejauh ini belum ada perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, semua harus swadaya," ungkap Muzarodin.
Pada Lebaran kali ini, pengunjung Pantai Delegan memang membeludak. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah pengunjung pantai tersebut diperkirakan naik sekitar lima persen.
Kondisi itu cukup beralasan. Sebab, di Gresik tidak banyak objek wisata yang bisa dijadikan sarana rekreasi. Karena itu, Pantai Delegan hingga kini masih jadi salah satu tempat favorit warga lokal untuk berlibur. (ris/c13/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Senin, 20 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=155849
Masa Suram Desa Wisata Adenium
GRESIK - Masa kejayaan adenium yang terjadi awal 2000-an surut. Kini tidak lagi banyak yang meminati tanaman hias tersebut.
Gresik yang dulu dikenal sebagai sentra penghasil adenium pun merasakan dampak penurunan tersebut. Banyak petani dan pedagang adineum di Desa Wisata Adenium di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, dan Desa Manunggal, Kecamatan Kedamean, yang beralih profesi.
Mereka kini kembali menjadi buruh tani. Tanaman hias yang mereka pajang di depan rumah tidak lagi bisa mencukupi biaya hidup.
Ketua Perhimpunan Pencinta Adenium Indonesia Jawa Timur Nizam Zuhri Khafid mengatakan, ribuan petani dan pedagang adenium yang berada di Desa Wisata Adenium gulung tikar. "Karena sepi pembeli," ujarnya.
Saat masa keemasan adenium, Pemkab Gresik menjadikan dua desa tersebut sebagai desa wisata khusus adenium. Penetapan dilakukan pada 2005 dengan nama Desa Wisata Adenium.
Di dua desa tersebut ribuan petani dan pedagang melakukan budi daya bunga kamboja tersebut. Pada 2006-2007 petani dan pedagang merasakan masa keemasan itu. Setiap Sabtu dan Minggu dua desa tersebut dikunjungi para pencinta adenium dari Gresik dan luar Gresik. (yad/c10/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Senin, 20 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=155845
Gresik yang dulu dikenal sebagai sentra penghasil adenium pun merasakan dampak penurunan tersebut. Banyak petani dan pedagang adineum di Desa Wisata Adenium di Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, dan Desa Manunggal, Kecamatan Kedamean, yang beralih profesi.
Mereka kini kembali menjadi buruh tani. Tanaman hias yang mereka pajang di depan rumah tidak lagi bisa mencukupi biaya hidup.
Ketua Perhimpunan Pencinta Adenium Indonesia Jawa Timur Nizam Zuhri Khafid mengatakan, ribuan petani dan pedagang adenium yang berada di Desa Wisata Adenium gulung tikar. "Karena sepi pembeli," ujarnya.
Saat masa keemasan adenium, Pemkab Gresik menjadikan dua desa tersebut sebagai desa wisata khusus adenium. Penetapan dilakukan pada 2005 dengan nama Desa Wisata Adenium.
Di dua desa tersebut ribuan petani dan pedagang melakukan budi daya bunga kamboja tersebut. Pada 2006-2007 petani dan pedagang merasakan masa keemasan itu. Setiap Sabtu dan Minggu dua desa tersebut dikunjungi para pencinta adenium dari Gresik dan luar Gresik. (yad/c10/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Senin, 20 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=155845
Rabu, 14 Juli 2010
Wringinanom Siap Jadi Destinasi Wisata Baru di Kabupaten Gresik Oleh : Aditya Bs | 24-Apr-2010, 16:56:47 WIB
KabarIndonesia - Keberadaan sebuah daerah wisata sekarang sangat dicari pemerintah untuk mempromosikan wisata dan budaya Indonesia. Wringinanom, sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Gresik ternyata mempunyai potensi yang bagus untuk menjadi pusat destinasi wisata di daerahnya yaitu Kabupaten Gresik.
Kecamatan Wringinanom terletak di sebelah selatan Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan dan Kabupaten Mojokerto di sebelah barat. Selain itu Wringinanom mempunyai keunikan khusus diantaranya keindahan sungai di daerah sebelah selatan dan keindahan bukit yang walau cukup tandus namun sangat indah dan alami. Sebagian potensi tersebut sekarang sudah mulai dikembangkan diantaranya dengan adanya komunitas Wisata Sungai yang diluncurkan oleh siswa SMA Negeri 1 Wringinanom.
Selain bertujuan mempromosikan daerah tetapi juga bisa menyelamatkan lingkungan. Mereka menerima kunjungan dari instansi atau pihak tertentu khususnya membuka email di wisatasungai@hotmail.co.id. Hal ini ternyata tidak bisa dianggap sesuatu hal yang remeh, setiap hampir 1-2 bulan sekali komunitas Wisata Kali menerima tamu dari berbagai tingkatan masyarakat, mulai dari anak-anak TK sampai dari Instansi sekolah dan Rumah Sakit. Mereka tertarik selain ingin melihat keunikan alam di Wringinanom juga ingin berperan menyelamatkan lingkungan. Bahkan seorang Konsulat Jenderal Inggris di Surabaya pada bulan November 2009 lalu ingin melihat keunikan dan keindahan alam di Wringinanom.
Keindahan bukan hanya terpancar di daerah selatan. Daerah utara memiliki cerita yang lain. Ketika banyak orang bilang bahwa di daerah Wringinanom tidak bisa melihat Sunset(Matahari Terbenam) itu merupakan anggapan yang salah. Ternyata kita dapat melihat sunset dengan indah di daerah Grompol Lor. Bukan ditemani birunya lautan tetapi dengan hijaunya hamparan sawah padi. Tidak hanya itu potensi buah-buahan dan oleh-oleh juga dapat ditemukan di Wringinanom. Seperti Buah Duwet atau Juwet yang hanya bisa ditemukan pada musimnya saja, buah Bengkuang dan juga bunga terkenal Adenium. Anda bisa setiap hari mengunjungi Kecamatan Wringinanom. Menikmati indahnya dan keunikan alam Wringinanom.
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=15&jd=Wringinanom+Siap+Jadi+Destinasi+Wisata+Baru+di+Kabupaten+Gresik&dn=20100424162458
Kecamatan Wringinanom terletak di sebelah selatan Kabupaten Gresik berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan dan Kabupaten Mojokerto di sebelah barat. Selain itu Wringinanom mempunyai keunikan khusus diantaranya keindahan sungai di daerah sebelah selatan dan keindahan bukit yang walau cukup tandus namun sangat indah dan alami. Sebagian potensi tersebut sekarang sudah mulai dikembangkan diantaranya dengan adanya komunitas Wisata Sungai yang diluncurkan oleh siswa SMA Negeri 1 Wringinanom.
Selain bertujuan mempromosikan daerah tetapi juga bisa menyelamatkan lingkungan. Mereka menerima kunjungan dari instansi atau pihak tertentu khususnya membuka email di wisatasungai@hotmail.co.id. Hal ini ternyata tidak bisa dianggap sesuatu hal yang remeh, setiap hampir 1-2 bulan sekali komunitas Wisata Kali menerima tamu dari berbagai tingkatan masyarakat, mulai dari anak-anak TK sampai dari Instansi sekolah dan Rumah Sakit. Mereka tertarik selain ingin melihat keunikan alam di Wringinanom juga ingin berperan menyelamatkan lingkungan. Bahkan seorang Konsulat Jenderal Inggris di Surabaya pada bulan November 2009 lalu ingin melihat keunikan dan keindahan alam di Wringinanom.
Keindahan bukan hanya terpancar di daerah selatan. Daerah utara memiliki cerita yang lain. Ketika banyak orang bilang bahwa di daerah Wringinanom tidak bisa melihat Sunset(Matahari Terbenam) itu merupakan anggapan yang salah. Ternyata kita dapat melihat sunset dengan indah di daerah Grompol Lor. Bukan ditemani birunya lautan tetapi dengan hijaunya hamparan sawah padi. Tidak hanya itu potensi buah-buahan dan oleh-oleh juga dapat ditemukan di Wringinanom. Seperti Buah Duwet atau Juwet yang hanya bisa ditemukan pada musimnya saja, buah Bengkuang dan juga bunga terkenal Adenium. Anda bisa setiap hari mengunjungi Kecamatan Wringinanom. Menikmati indahnya dan keunikan alam Wringinanom.
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=15&jd=Wringinanom+Siap+Jadi+Destinasi+Wisata+Baru+di+Kabupaten+Gresik&dn=20100424162458
Langganan:
Postingan (Atom)