Kamis, 30 September 2010

Pawai Taaruf Buka MTQ Kab Gresik 2010

GRESIK - Puluhan mobil hias berparade di jalan-jalan protokol di kota Gresik siang pada hari rabu (29/9). Parade tersebut merupakan bagian dari prosesi pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Gresik. MTQ XXIV itu dibuka Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada malamnya.
Wakil Bupati Mohammad Qosim kebagian tugas memberangkatkan parade mobil hias yang disebut pawai taaruf tersebut. Pemberangkatan dimulai dari depan Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wahid Hasyim.
Peserta pawai berjumlah 36 mobil hias yang mewakili 18 kecamatan se-Gresik dan 18 wakil Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Pawai itu menyusuri beberapa jalan protokol dan berakhir di Jalan Wahid Hasyim di sisi Alun-Alun Kota Gresik.
Kabag Humas Pemkab Gresik Andy Hendro Wijaya menjelaskan, MTQ kali ini diikuti 380 kontingen yang terbagi atas 380 kafilah, 46 ofisial, serta 42 pembina. ''Mereka akan berlaga memperebutkan juara umum dalam tujuh kategori perlombaan seperti tilawah, tafsir, dan hifzhil Quran,'' jelasnya.
Juara MTQ, kata dia, akan mewakili Gresik berlaga dalam MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur. ''Juara umum akan mendapatkan trofi bergilir dari Bupati Gresik,'' kata mantan Camat Manyar tersebut. (yad/c5/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Kamis, 30 September 2010 ]
http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=157743

Mobdin Baru Lolos Juga Eksekutif Berdalih Hak Jabatan Bupati dan Wabup Baru

GRESIK - Lain di ucapan, lain di tindakan. Bisa jadi itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan konsistensi DPRD Gresik. Sebelumnya, para wakil rakyat tersebut berjanji mengevaluasi pengadaan mobil dinas (mobdin) bagi bupati dan wakil bupati baru.
Faktanya, mereka tetap meloloskan anggaran itu. Tidak hanya anggaran mobil baru untuk dua pejabat baru tersebut, Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan tim anggaran juga meloloskan pengadaan satu unit mobdin untuk istri wakil bupati. Nilai anggarannya tak berubah. Total dana yang disiapkan mencapai Rp 1,35 miliar.
Persetujuan atas anggaran pengadaan mobdin tersebut dicapai lewat rapat finalisasi perubahan APBD (P-APBD) 2010 yang hingga kemarin (29/9) masih berlangsung. Pengesahannya tinggal menunggu rapat akhir.
Menurut informasi yang dihimpun, pengadaan mobdin bagi bupati-wakil bupati itu diloloskan karena pihak eksekutif ngotot dengan berbagai alasan. Pertama, bupati maupun wakil bupati hingga kini belum memiliki mobil dinas. Kedua, pengadaan mobdin itu tidak lepas dari belum jelasnya mobdin-mobdin lawas yang dipakai para pejabat yang sudah lengser.
Plt Sekkab Gresik M. Najikh membenarkan bahwa pengadaan mobdin untuk bupati-wakil bupati jalan terus. Ada beberapa alasan yang dipaparkannya. "Yang utama, fasilitas mobil dinas itu hak jabatan bagi bupati-wakil bupati baru," kata dia.
Karena itu, wajar jika Bupati Sambari Halim maupun Wabup M. Qosim berhak mendapatkan fasilitas tersebut. Apalagi, masih ada beberapa persoalan terkait dengan mobdin di pemda.
Menurut dia, berdasar hasil pembahasan terakhir, pemkab tetap akan menganggarkan belanja mobdin tersebut. Bahkan, kalaupun nanti ternyata dibatalkan, pemkab tetap akan merealisasikan pengadaan itu. "Demikian juga untuk mobdin istri wakil bupati. Itu harus dianggarkan. Sebab, sampai sekarang pemda tidak punya mobdin untuk beliau," ujar mantan Plt Bupati Gresik itu.
Najikh menegaskan, pemkab tetap akan mengadakan mobdin bagi bupati-wakil bupati plus istri wakil bupati. Padahal, anggarannya menyusul. "Ya kami pinjamkan dulu. Untuk pembayaran bisa lewat APBD 2011," kata dia.
Tentu saja hal itu bertolak belakang dengan pembahasan P-APBD di masing-masing komisi di dewan. Mereka merekomendasi agar pengadaan mobdin ditunda. Alasannya, mobdin yang lama masih layak.
Sebagaimana diberitakan, dalam pembahasan P-APBD 2010 muncul rencana pembelian mobdin untuk bupati-wakil bupati baru Gresik. Anggaran yang disiapkan untuk pengadaan mobdin baru tersebut senilai Rp 1 miliar. (ris/c13/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Kamis, 30 September 2010 ]
http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=showpage&kat=1&subkat=22

Rabu, 29 September 2010

Spanduk Cemo’oh Menyambut Hari Pertama SQ Menduduki Jabatan Bupati-Wabup Gresik

GRESIK - Pada hari pertama menjabat sebagai bupati dan wakil bupati Gresik kemarin (28/9), pasangan Sambari Halim-Mohammad Qosim (SQ) mendapat sambutan ''hangat''. Belasan spanduk bernada cemoohan atas pelantikan pasangan tersebut tersebar di hampir setiap titik strategis kota Gresik.
Selain itu, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) mendatangi kantor pemkab. Mereka mengingatkan pasangan tersebut tidak melupakan janji saat berkampanye lalu.
Di antara dua sambutan tersebut, yang pertama lebih menyita perhatian. Tidak hanya karena isinya yang bernada cemoohan, namun juga penyebaran di setiap titik strategis Gresik memaksa personel satpol PP bekerja keras melepasi spanduk itu.
Isi spanduk tersebut benar-benar menohok. Humas Bupati Pilihan Rakyat. Jangan Pilih Bupati Pilihan MK. Humas adalah singkatan Husnul Khuluq-Musyaffa' Noer, yang dikalahkan SQ secara tragis lewat coblosan ulang. Padahal, sebelumnya pasangan tersebut menang.
Spanduk itu mulai terlihat sejak pagi kemarin di beberapa titik. Di antaranya, di depan kantor pemkab dan Kantor DPRD Gresik.
Hingga sore kemarin, belum diketahui siapa pemasang spanduk-spanduk tersebut. Tim pemenangan Humas menyatakan tidak tahu-menahu.
Menurut mereka, bisa saja spanduk itu hanya sebatas letupan-letupan segelintir orang. ''Kami tidak membuat. Tapi, itu wajar. Yang penting tidak anarkhis,'' kata Sekretaris Tim Pemenangan Humas Ainur Rofiq.
Dalam kesempatan itu, Ainur menegaskan bahwa PKB -yang mengusung pasangan Humas- telah legawa dengan kekalahan mereka. ''Kami anggap semua sudah selesai,'' ujarnya.
Meski demikian, PKB memastikan tetap akan mengkritisi semua kebijakan pemkab jika nanti dianggap melenceng. "Sudahlah. Pelantikan sudah terjadi. Sekarang yang penting kami akan menjalankan fungsi kami,'' katanya.
Selain penyebaran spanduk, hari pertama duet SQ menjalankan roda pemerintahan diwarnai aksi unjuk rasa. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Gresik kemarin mendatangi kantor pemkab. Mereka rupanya ingin mengingatkan duet itu supaya tidak lupa akan janji-janjinya. ''Masih banyak persoalan di Gresik yang harus diselesaikan. Karena itu, kami meminta bupati-wakil bupati baru benar-benar merealisasikan semua janjinya,'' kata Ahmad Husaini, ketua PMII Gresik.
Aksi itu hanya bisa digelar di pelataran luar kompleks kantor pemkab. Sebab, aparat keamanan memilih untuk menutup pintu. (ris/c4/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [Rabu, 29 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=157602

Sengkata Hasil Pemilukada Gresik 2010 Semua Sudah Berakhir

Setelah pelantikan, Sambari langsung menegaskan bakal merangkul semua kalangan. Penegasan itu disampaikan mengingat perjalanan pilbup yang penuh persoalan dan perselisihan. ''Harus diakui, perhelatan pilbup lalu menimbulkan banyak perbedaan. Karena itu, kami minta semua itu dihapus. Kami akan rangkul semua kalangan,'' katanya setelah pelantikan.
Sambari berjanji tidak akan menerapkan diskriminasi. ''Itu (perselisihan) adalah bagian dari dinamika. Semua sudah berakhir. Semua akan kami rangkul. Tak mungkin kami bisa menjalankan pemerintahan ini dengan baik jika masih ada pertentangan,'' ungkapnya.
Pasangan yang diusung koalisi Partai Golkar-PKPI itu langsung membeberkan serangkaian program, terutama 100 hari pertama. Meski begitu, Sambari tidak berani banyak berjanji.
Sedikitnya, ada tiga program awal yang dicanangkan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penataan kawasan perkotaan. Yang mendesak adalah penanganan banjir yang selama ini menjadi problem utama. Sambari menargetkan perbaikan saluran-saluran.
''Tentunya belum bisa maksimal. Minimal, semua saluran bisa difungsikan lagi untuk mempercepat mengalirnya air ke laut,'' jelasnya.
Pasangan tersebut juga berjanji meningkatkan keterlibatan kalangan perusahaan di Gresik dalam program-program pemkab. Caranya, memperbaiki sistem pendistribusian CSR (corporate social responsibility). Saat ini, realisasi CSR di Gresik memang belum maksimal.
Sambari juga berjanji meningkatkan perbaikan di Pulau Bawean yang selama ini terkesan terabaikan. ''Itu sudah janji saya. Walaupun saya kalah di Bawean, asalkan kami menang, pasti akan ada perbaikan,'' ujarnya.
Hanya, saat ditanya soal program-program unggulan, duet SQ masih belum berani tegas. Termasuk, soal rencana proyek besar yang sudah lama dirintis. (ris/c5/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Selasa, 28 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=157401

Bupati Sambari-Wakil Bupati Qosim Yang Baru di Lantik Sudah Disodori 69.000 Warga Sangat Miskin di Kab. Gresik

GRESIK - Bupati dan wakil bupati Gresik terpilih, Sambari Halim Radianto-Mohammad Qosim (SQ), resmi dilantik Gubernur Jatim Soekarwo kemarin (27/9). Pelantikan pasangan itu dilangsungkan dalam rapat paripurna istimewa di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV kantor bupati Gresik.
Rapat paripurna dengan agenda pengambilan sumpah dan pelantikan bupati dan wakil bupati periode 2010-2015 tersebut dipimpin Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim yang dimulai pukul 09.00. Zulfan lalu membacakan proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Gresik.
Pengambilan sumpah pasangan yang diusung Partai Golkar dan PKPI itu berlangsung tidak lebih dari lima menit. Ruangan penuh sesak. Sampai ada yang tidak kebagian tempat duduk. Empat pendingin ruangan tidak mampu menyebarkan kesejukan. Para tamu dan undangan pun kegerahan.
Melihat undangan kepanasan, Gubernur Soekarwo mencoba mencairkan suasana. ''Kepanasan ya? Kalau sauna, bayar,'' katanya di sela memberikan sambutan.
Pada kesempatan itu, Soekarwo meminta bupati dan wakil bupati yang baru dilantik memperhatikan aspek pemerataan pembangunan, pengentasan kemiskinan, dan kesehatan.
Di Gresik, kata Soekarwo, ada 69.000 rumah tangga sangat miskin (RTSM). ''Saya punya foto dan by name-nya. Sebab, sebelum pelantikan ini, saya melakukan survei ke Gresik. Nanti serahkan ke bupati dan wakil bupati,'' ujarnya.
Meski begitu, indeks pembangunan manusia (IPM) mencapai 70,5 tahun. ''IPM-nya hampir sama dengan rata-rata di Jatim. Tingginya angka kesempatan hidup di Gresik menunjukkan kesehatan cukup baik,'' jelasnya.
Menurut Soekarwo, pemberantasan buta huruf masih harus tingkatkan. Berdasar survei, masih ada sekitar 5,9 persen masyarakat Gresik yang tidak bisa membaca. ''Tapi, mereka mengerti rupiah,'' katanya lantas tersenyum dan membuat tawa undangan.
Dia berharap, dalam seratus hari masa kepemimpinannya, SQ lebih meningkatkan silaturahmi kepada muspida, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. ''Ngalahi lah sambangi toga dan tomas serta anggota parlemen,'' ujarnya berharap.
Pelantikan Sambari dan Qosim juga dihadiri politisi dari Jakarta. Di antaranya, Akbar Tandjung dan Effendi Choirie. Selain itu, hampir seluruh pengurus DPD Partai Golkar Jatim hadir.
Mantan Bupati Gresik Robbach Ma'sum hadir dan duduk di deretan kursi undangan menghadap ke utara. Namun, mantan Wakil Bupati M. Sastro Soewito tidak terlihat batang hidungnya.
Menurut stafnya, sejak cuti untuk bersaing dalam pemilihan bupati, Sastro sudah tidak pernah masuk ke kantor. "Saya tidak tahu Pak Sastro di mana?'' ujar mantan stafnya.
Di tempat terpisah, Sambari Halim dan Qosim mengungkapkan, dalam seratus hari pertama, pihaknya berjanji memberikan sertifikat gratis kepada 200 rumah tangga sangat miskin. Selain itu, mereka berjanji menjadikan Pulau Bawean terang-benderang serta menurunkan harga tiket kapal Gresik-Bawean. (yad/ris/c5/ruk)
JANJI 100 HARI PERTAMA SQ
Penataan kawasan perkotaan, meliputi : (1) penanggulangan banjir kota (minimal memperbaiki sistem saluran untuk mempercepat aliran air ke laut), (2) perbaikan sistem pendistribusian CSR untuk membantu program Pemkab, (3) perbaikan sarana olahraga, (4) Perbaikan distribusi santunan kematian bagi warga Gresik,
Revitalisasi Bawean, meliputi : (1) transportasi. Untuk tahap awal, Pemkab menargetkan minimal tiap hari ada kapal; (2) perbaikan distribusi listrik; (3) Program sertifikasi bagi 200 rumah
Jawa Pos_Metropolis [ Selasa, 28 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=showpage&kat=1&subkat=22

Senin, 27 September 2010

Ujian SIM Cukup di Polsek Driyorejo

GRESIK - Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik terus memperbaiki sistem pelayanan. Sabtu lalu (25/9) satuan yang dipimpin AKP Satria Permana tersebut meresmikan penggunaan lapangan ujian praktik pemohon surat izin mengemudi dan layanan samsat (satuan bersama satu atap) unggulan (payment point).
Layanan yang mendekatkan pada pemohon itu ada di Jalan Raya Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, tepatnya di belakang Mapolsek Driyorejo. Selama ini masyarakat Gresik Selatan yang hendak mengurus SIM harus menempuh perjalanan sampai 60 menit untuk ke kantor Samsat Satlantas Polres Gresik.
Peresmian samsat payment point dan lapangan ujian dilakukan Kapolres Gresik AKBP Jakub Prajogo. Selain dihadiri para Kapolsek jajaran Polres Gresik, terobosan dalam bidang pelayanan dihadiri Kasubdit Min Regident Ditlantas Polda Jawa Timur AKBP Yusuf dan disaksikan muspika setempat.
Masyarakat pun menyambut antusias fasilitas baru tersebut. Terbukti, ketika tempat itu baru diresmikan, sudah ada 500 pemohon baru SIM. "Mudah-mudahan tidak hanya tempat praktik SIM, tetapi ujian teori dilaksanakan di Driyorejo," ucap Yuyun Nurkholifah, 26, mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Widya Dharma, Surabaya, yang tinggal di Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo.
Yusuf menilai, yang dilakukan Satlantas Polres Gresik itu selangkah lebih maju. "Ujian teori praktik SIM tersebut untuk polsek urban, baru diprogramkan ke jajaran polres se-Polda Jatim seminggu lagi. Tetapi, Polres Gresik sudah mendahului," kata Yusuf.
Kapolres Gresik AKPB Jakub Prajogo menyatakan, lapangan ujian praktik SIM itu adalah bentuk aplikasi UU Lalulintas. Tujuanya adalah keselamatan pengendara kendaraan bermotor. (yad/c10/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Senin, 27 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=157177

Kasus Korupsi Beda Sudut Pandang

BANYAK putusan bebas yang dibuat PN Gresik dimentahkan di sidang kasasi di MA (Mahkamah Agung). Tidak sedikit, putusan MA yang malah lebih berat dari tuntutan jaksa.
Salah satunya adalah vonis kasasi empat tahun penjara, denda Rp 200 juta, dan membayar ganti rugi ke Negara Rp 361,4 juta yang dijatuhkan majelis hakim Mahkamah Agung kepada terdakwa Buang Idang Guntur. Padahal saat sidang di PN Gresik, Buang dibebaskan.
Buang pun shock. Kebebasan yang diperolehnya dari PN Gresik, seperti tidak ada artinya. Dia bahkan sempat sakit mendapat vonis yang bertolak belakang tersebut. Penyakit diabetes dan gula yang diidapnya dikabarkan kambuh.
Dia adalah Direktur CV Serba Guna, rekanan Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi (LHPE) - kini menjadi Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang dipimpin Soemarsono - dalam Proyek Reklamsi Pantai Sangkapura, Pulau Bawean. Putusan kasasi itu benar-benar berat baginya.
Sangat berat, dia harus mengganti kerugian negara dalam proyek yang dibiayai APBD Gresik 2003 dan 2004 senilai Rp 361,4 juta dari nilai proyek Rp 1,2 miliar. Nilai kerugian ratusan juta itu berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Jatim.
Selain itu, vonis itu lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni, 1,5 tahun kurungan, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan dan membayar ganti uang negera Rp 100 juta. Penasehat hukum Buang, Irfan Choire mengaku tercengang. "Hakim mungkin khilaf dalam memutuskan perkara itu," tandas Irfan pada Jumat (24/9).
Bentuk kekhilafan hakim MA, jelas adik kandung politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa Effendi Choirie itu, hakim tidak mempertimbangkan tidak menyebutkan klien (terdakwa) telah menggembalikan kerugian negara. "Padahal, klien saya telah menggembalikan kerugian negara Rp 80 juta. Karena seluruh kerugian Negara ditanggung renteng dengan lima terdakwa lainnya," ujarnya.
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik tidak merasa risau terhadap hasil putusan yang akhirnya dikoreksi oleh hakim PT maupun Mahkamah Agung. "Tidak masalah, karena memang ada pertimbangan dan sudut pandang yang berbeda," ujar Humas PN Gresik Fathul Mujib pada Kamis (23/9).
Karena sudut pandang yang berbeda, imbuhnya, bisa saja putusan lebih berat atau lebih ringan. Putusan MA terhadap terdakwa Buang lebih berat dari putusan PN Gresik, akankan juga dijatuhkan kepada terdakwa lainnya. (yad/ris/ruk)
Jawa Pos_Metropolis [ Minggu, 26 September 2010 ]
http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=157050