GRESIK | SURYA Online - Bupati Gresik Jawa Timur Dr Sambari Halim Radianto secara resmi digugat melalui PTUN Surabaya, oleh Tarso Sugito, guru pembina di SMAN 1 Menganti.
Materi gugatan mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Gresik tersebut, kebijakan mutasi Pemkab Gresik tanggal 26 Maret lalu dinilai penuh pelanggaran. Terutama SK Bupati Nomor 821.2/32/437.73/Kep/2011 yang menjadikan Tarso sebagai guru pembina, dari jabatan sebelumya kepala dinas.
Suyanto, kuasa hukum Tarso Sugito mengatakan, permohonan gugatan sudah diterima PTUN Surabaya, Rabu (15/6) dengan nomor register 58/G/2011/PTUN.Sby. Dalam gugatan itu, Tarso meminta agar Bupati Gresik mencabut SK Bupati pada nomor yang sama dengan SK pengangkatan Tarso Sagito sebagai Guru Pembina Tingkat I SMAN 1 Menganti. “Karena di dalamnya, ternyata banyak pelanggaran,” kata Suyanto.
Sejumlah pelanggaran yang digugat Tarso, kata Suyanto, di antaranya pejabat yang melakukan mutasi masih pejabat pelaksana tugas (Plt). Padahal berdasarkan surat kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), pengangkatan dan pemberhentian pejabat eselon II tidak boleh dilakukan oleh seorang pejabat Plt. “Surat mutasi ditandatangani Mochammad Najib, kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda), yang saat itu merangkap sebagai Plt Sekda Kabupaten Gresik,” tandasnya.
Pelanggaran lain, penerbitan SK Bupati Gresik Nomor 821.2/32/437.73/Kep/2011 yang mengalihkan jabatan Tarso Sagito dari struktural ke fungsional melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Dalam Pasal 130 ayat 2 disebutkan pengangkatan dan pemberhentian pejabat eselon II harus dilakukan dengan konsultasi gubernur.
Paling penting, tegas Suyanto, berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) 120351/104/KP/2000 tanggal 30 November 2000 disebutkan, Tarso Sagito yang sebelumnya adalah seorang guru diberhentikan dari jabatan fungsional dan selanjutnya diangkat sebagai pejabat struktural sampai akhirnya menjabat Kepala Disbudparpora Kabupaten Gresik. Tapi kini Tarso Sagito difungsionalkan kembali.
“Kami memohon majelis hakim menghukum tergugat, dengan menerbitkan SK baru yang mengangkat penggugat ke dalam jabatannya semula, yaitu dengan pangkat dan jabatan eselon II/b,” tandas Suyanto.
Kepala Bagian Administrasi Hukum Pemkab Gresik, Suprihasto mengaku belum menerima informasi terkait gugatan Tarso Sagito. “Kami belum tahu adanya gugatan tersebut,” ujarnya.
http://www.surya.co.id/2011/06/16/bupati-gresik-digugat-guru-pembina
Surya Online Kamis, 16 Juni 2011 | 20:41 WIB
Kamis, 16 Juni 2011
Nyonya Siami Jadi Rebutan TV Sudah Dijemput sebelum Subuh
GRESIK | SURYA - Setelah membongkar kasus contekan massal Ujian Nasional (Unas) SD pada pertengahan Mei 2011 yang lalu, nama Ny Siami (32) mencuat, tidak hanya di Jawa Timur tapi juga di tingkat nasional. Ibu dari Alif Ahmad Maulana atau Aam ini bahkan menjadi selebriti karena media berebutan untuk mewawancarainya terkait kasus kecurangan Unas yang dibongkarnya itu.
Setelah terusir oleh warga di tempat tinggalnya di Jl Gadel Sari Barat, Surabaya, pada 9 Juni lalu, Ny Siami, Aam dan suaminya sebetulnya ingin menenangkan diri di rumah orangtuanya di Benjeng, Gresik. Namun, ketenangan ternyata belum bisa diperolehnya di desa yang jauh dari keramaian itu. Sebab, seiring dengan makin mencuatnya kasus contekan massal itu, Ny Siami justru makin banyak didatangi orang. Terutama dari media (baik cetak, TV maupun online) yang berlomba-lomba menemuinya. Belum lagi dari para tetangga di desanya.
Selama lima hari sejak berada di Desa Sedapur Klagen, Benjeng, banyak reporter stasiun TV (baik lokal maupun nasional) mendatangi Siami untuk wawancara. Antara lain dari JTV, Metro TV, Trans 7, TV One, RCTI dan Indosiar. Belum lagi belasan wartawan dari media cetak dan media online seperti detik.com serta kompas.com.
Saking berusaha menjadi tercepat untuk mendapatkan wawancara eksklusif dengan Ny Siami, kemarin sebuah stasiun TV nasional bahkan menjemput Ny Siami di Benjeng pada dini hari. Kemudian, bersama Aam dan suaminya Widodo (40), Ny Siami diajak naik pesawat ke Jakarta oleh kru TV itu dari bandara Juanda.
“Pukul 02.30 WIB tadi (kemarin, red), adik saya sudah dijemput dengan mobil, dan dibawa ke Jakarta oleh orang dari stasiun TV di Jakarta,” kata Saki Edi Purnomo (40), kakak kandung Siami, kepada Surya kemarin.
Tidak hanya dini hari. Menurut Saki, ada juga stasiun TV yang ingin mendapatkan keterangan dari Ny Siami untuk tayangan langsung pada siaran pukul 23.00 WIB malam. Bahkan, hari Selasa (14/6), mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, sudah silih berganti media datang ke Benjeng untuk bertemu Ny Siami.
Kendati demikian, imbuh Saki, pihak keluarga tak kuasa menolak media. Apalagi, media juga dianggap banyak memberi dukungan moril pada Ny Siami dalam menghadapi kasusnya. Karena lebih banyak mendampingi Ny Siami, Widodo akhirnya mengambil cuti.
“Ya begitulah. Setelah beberapa hari tidak bisa istirahat tenang dan tak enak makan karena masih sangat tertekan sejak diminta pergi dari Gadel oleh warga, sekarang ternyata masih tak bisa istirahat juga,” imbuh Saki.
Seperti diketahui, nama Ny Siami mencuat ketika ia berusaha membongkar dugaan kasus contekan massal yang terjadi di SDN Gadel II, Surabaya. Saat itu, Unas SD yang berlangsung 10-12 Mei sudah empat hari usai. Kemudian, anak Siami yang duduk di kelas VI SDN Gadel II membuka cerita. Kepada ibunya, Aam yang dikenal terpandai di kelasnya itu menuturkan bahwa ia telah didesak oleh guru dan kepala sekolahnya untuk memberi contekan kepada para siswa sekelasnya saat Unas berlangsung. Alasan pihak sekolah, agar semua murid kelas VI SDN Gadel II lulus Unas. Selain itu, sekolah menyebut bahwa cara itu merupakan bentuk balas budi Aam terhadap para guru.
Aam tak bisa menolak “taktik kotor” itu kendati ia merasa tertekan.
Mendengar penuturan anaknya itu, Ny Siami lantas mencari kejelasan. Ia tanya kepada kepala sekolah (kasek) dan Komite Sekolah, namun mendapat jawaban tak memuaskan. Laporannya ke Dinas Pendidikan (Dindik) juga tak mendapat tanggapan. Akhirnya setelah berbicara ke media, kasus contekan massal ini terekspos luas.
“Selama di rumah saya selalu meminta anak saya jujur, tapi di sekolah malah diajari untuk berbuat curang. Saya kecewa dan sedih,” kata Siami kala itu.
Hanya saja, dampak ekspos media itu tak diduga Ny Siami. Kasek SDN Gadel II dan dua guru Aam di sana telah dinyatakan bersalah dalam kasus itu. Mereka bahkan dicopot dan dikenai sanksi penurunan pangkat oleh Wali Kota Surabaya. Namun, warga Gadel (khususnya para wali murid SDN II Gadel) justru menganggap Ny Siami sebagai biang masalah. Ny Siami dianggap mencemarkan nama baik sekolah, merugikan Kasek dan guru serta meresahkan warga Gadel.
Puncaknya, dalam sebuah unjuk rasa pada 9 Juni lalu, warga Gadel menuntut Ny Siami dan keluarga enyah dari Gadel.
Sementara itu, di Jakarta Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof M Nuh menyatakan bahwa dugaan pencontekan massal di SDN Gadel II tak terbukti. Alasannya, analisis terhadap jawaban Unas dari para siswa sekolah itu menunjukkan adanya pola yang tidak sama.
“Jadi, Unasnya tidak perlu diulang,” ujar Nuh dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Rabu (15/6).
Menurutnya, setelah ada laporan tentang kasus itu, Kemendiknas menugaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim untuk menyelidikinya. Pasalnya, dinas itulah yang memeriksa jawaban Unas siswa SD se-Jawa Timur.
“Saya minta tolong dilihat bagaimana pola jawaban 60 anak peserta Unas di SDN Gadel II itu. Sebab, dari pola jawaban akan bisa kita ketahui ada contekan massal atau tidak,” ucapnya.
Hasil analisis itu diterima Nuh kemarin pagi. Nuh memeriksanya, dan diketahui bahwa pola jawaban murid berbeda satu sama lain.
Dengan begitu, kata Nuh, sejauh ini yang terbukti adalah pelanggaran guru dan kepala sekolah terhadap aturan, yakni ia menyuruh muridnya curang agar melakukan pencontekan. Sedangkan pencontekan massal itu sendiri tak sampai terjadi.
Nuh meminta agar kasus di SD Gadel II ini tak ditarik ke konflik sosial. Menurutnya, persoalan ini murni persoalan akademik. Maka, penyelesaiannya juga harus secara akademik.
“Persoalan ini harus diselesaikan dengan tenang, secara kekeluargaan. Ibu Siami kita hargai karena sudah menyampaikan adanya perintah dari sekolah untuk melakukan kecurangan. Tapi, ini persoalan akademik, maka solusinya kita bawa ke ranah akademik juga. Jangan dibawa ke konflik sosial,” kata Nuh.
Konflik sosial, menurut Nuh, bisa terjadi jika dikembangkan asumsi yang tak sesuai fakta kepada publik. Kemarahan warga yang berujung pada pengusiran Siami dan keluarganya, dinilai merupakan bentuk protes karena ikut dianggap berbuat curang.
http://www.surya.co.id/2011/06/16/bu-siami-jadi-rebutan-tv
Surya.co.id Kamis, 16 Juni 2011 | 07:45 WIB
Setelah terusir oleh warga di tempat tinggalnya di Jl Gadel Sari Barat, Surabaya, pada 9 Juni lalu, Ny Siami, Aam dan suaminya sebetulnya ingin menenangkan diri di rumah orangtuanya di Benjeng, Gresik. Namun, ketenangan ternyata belum bisa diperolehnya di desa yang jauh dari keramaian itu. Sebab, seiring dengan makin mencuatnya kasus contekan massal itu, Ny Siami justru makin banyak didatangi orang. Terutama dari media (baik cetak, TV maupun online) yang berlomba-lomba menemuinya. Belum lagi dari para tetangga di desanya.
Selama lima hari sejak berada di Desa Sedapur Klagen, Benjeng, banyak reporter stasiun TV (baik lokal maupun nasional) mendatangi Siami untuk wawancara. Antara lain dari JTV, Metro TV, Trans 7, TV One, RCTI dan Indosiar. Belum lagi belasan wartawan dari media cetak dan media online seperti detik.com serta kompas.com.
Saking berusaha menjadi tercepat untuk mendapatkan wawancara eksklusif dengan Ny Siami, kemarin sebuah stasiun TV nasional bahkan menjemput Ny Siami di Benjeng pada dini hari. Kemudian, bersama Aam dan suaminya Widodo (40), Ny Siami diajak naik pesawat ke Jakarta oleh kru TV itu dari bandara Juanda.
“Pukul 02.30 WIB tadi (kemarin, red), adik saya sudah dijemput dengan mobil, dan dibawa ke Jakarta oleh orang dari stasiun TV di Jakarta,” kata Saki Edi Purnomo (40), kakak kandung Siami, kepada Surya kemarin.
Tidak hanya dini hari. Menurut Saki, ada juga stasiun TV yang ingin mendapatkan keterangan dari Ny Siami untuk tayangan langsung pada siaran pukul 23.00 WIB malam. Bahkan, hari Selasa (14/6), mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, sudah silih berganti media datang ke Benjeng untuk bertemu Ny Siami.
Kendati demikian, imbuh Saki, pihak keluarga tak kuasa menolak media. Apalagi, media juga dianggap banyak memberi dukungan moril pada Ny Siami dalam menghadapi kasusnya. Karena lebih banyak mendampingi Ny Siami, Widodo akhirnya mengambil cuti.
“Ya begitulah. Setelah beberapa hari tidak bisa istirahat tenang dan tak enak makan karena masih sangat tertekan sejak diminta pergi dari Gadel oleh warga, sekarang ternyata masih tak bisa istirahat juga,” imbuh Saki.
Seperti diketahui, nama Ny Siami mencuat ketika ia berusaha membongkar dugaan kasus contekan massal yang terjadi di SDN Gadel II, Surabaya. Saat itu, Unas SD yang berlangsung 10-12 Mei sudah empat hari usai. Kemudian, anak Siami yang duduk di kelas VI SDN Gadel II membuka cerita. Kepada ibunya, Aam yang dikenal terpandai di kelasnya itu menuturkan bahwa ia telah didesak oleh guru dan kepala sekolahnya untuk memberi contekan kepada para siswa sekelasnya saat Unas berlangsung. Alasan pihak sekolah, agar semua murid kelas VI SDN Gadel II lulus Unas. Selain itu, sekolah menyebut bahwa cara itu merupakan bentuk balas budi Aam terhadap para guru.
Aam tak bisa menolak “taktik kotor” itu kendati ia merasa tertekan.
Mendengar penuturan anaknya itu, Ny Siami lantas mencari kejelasan. Ia tanya kepada kepala sekolah (kasek) dan Komite Sekolah, namun mendapat jawaban tak memuaskan. Laporannya ke Dinas Pendidikan (Dindik) juga tak mendapat tanggapan. Akhirnya setelah berbicara ke media, kasus contekan massal ini terekspos luas.
“Selama di rumah saya selalu meminta anak saya jujur, tapi di sekolah malah diajari untuk berbuat curang. Saya kecewa dan sedih,” kata Siami kala itu.
Hanya saja, dampak ekspos media itu tak diduga Ny Siami. Kasek SDN Gadel II dan dua guru Aam di sana telah dinyatakan bersalah dalam kasus itu. Mereka bahkan dicopot dan dikenai sanksi penurunan pangkat oleh Wali Kota Surabaya. Namun, warga Gadel (khususnya para wali murid SDN II Gadel) justru menganggap Ny Siami sebagai biang masalah. Ny Siami dianggap mencemarkan nama baik sekolah, merugikan Kasek dan guru serta meresahkan warga Gadel.
Puncaknya, dalam sebuah unjuk rasa pada 9 Juni lalu, warga Gadel menuntut Ny Siami dan keluarga enyah dari Gadel.
Sementara itu, di Jakarta Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof M Nuh menyatakan bahwa dugaan pencontekan massal di SDN Gadel II tak terbukti. Alasannya, analisis terhadap jawaban Unas dari para siswa sekolah itu menunjukkan adanya pola yang tidak sama.
“Jadi, Unasnya tidak perlu diulang,” ujar Nuh dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Rabu (15/6).
Menurutnya, setelah ada laporan tentang kasus itu, Kemendiknas menugaskan Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim untuk menyelidikinya. Pasalnya, dinas itulah yang memeriksa jawaban Unas siswa SD se-Jawa Timur.
“Saya minta tolong dilihat bagaimana pola jawaban 60 anak peserta Unas di SDN Gadel II itu. Sebab, dari pola jawaban akan bisa kita ketahui ada contekan massal atau tidak,” ucapnya.
Hasil analisis itu diterima Nuh kemarin pagi. Nuh memeriksanya, dan diketahui bahwa pola jawaban murid berbeda satu sama lain.
Dengan begitu, kata Nuh, sejauh ini yang terbukti adalah pelanggaran guru dan kepala sekolah terhadap aturan, yakni ia menyuruh muridnya curang agar melakukan pencontekan. Sedangkan pencontekan massal itu sendiri tak sampai terjadi.
Nuh meminta agar kasus di SD Gadel II ini tak ditarik ke konflik sosial. Menurutnya, persoalan ini murni persoalan akademik. Maka, penyelesaiannya juga harus secara akademik.
“Persoalan ini harus diselesaikan dengan tenang, secara kekeluargaan. Ibu Siami kita hargai karena sudah menyampaikan adanya perintah dari sekolah untuk melakukan kecurangan. Tapi, ini persoalan akademik, maka solusinya kita bawa ke ranah akademik juga. Jangan dibawa ke konflik sosial,” kata Nuh.
Konflik sosial, menurut Nuh, bisa terjadi jika dikembangkan asumsi yang tak sesuai fakta kepada publik. Kemarahan warga yang berujung pada pengusiran Siami dan keluarganya, dinilai merupakan bentuk protes karena ikut dianggap berbuat curang.
http://www.surya.co.id/2011/06/16/bu-siami-jadi-rebutan-tv
Surya.co.id Kamis, 16 Juni 2011 | 07:45 WIB
Minggu, 08 Mei 2011
Siswa SDM 1 Manyar Gresik Bantu Korban Banjir
PEDULI – Siswa SD Muhammadiyah memberikan bantuan bagi warga korban banjir, Jumat (8/4) sore. Surya:foto/san
GRESIK | SURYA Online - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Manyar Gresik Jawa Timur menggelar bakti sosial di lokasi banjir di Desa Gluran Ploso Kecamatan Benjeng, Jumat (8/4).
Para siswa, didampingi gurunya, mendatangi rumah warga yang terendam banjir satu persatu. Bantuan yang diberikan para siswa, terdiri dari beras 1,19 ton, 119 kardus mie instan, 200 bungkus roti dan aneka jenis bahan pokok yang lain.
”Kami bersyukur, karena keluarga besar SD Muhammadiyah 1 masih peduli kepada para korban banjir,” ujar HM. Tari, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gluran Ploso Benjeng.
M. Fadloli Aziz, Kepala SD Muhammadiyah 1 Manyar mengatakan baksos ini merupakan rangkaian kegiatan Milad SD Muhammadiyah 1 Manyar ke-7 yang puncaknya adalah jalan sehat, pentas seni dan basar Minggu (10/4)
http://www.surya.co.id/?p=164998 Jumat, 8 April 2011 | 19:10 WIB
GRESIK | SURYA Online - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Manyar Gresik Jawa Timur menggelar bakti sosial di lokasi banjir di Desa Gluran Ploso Kecamatan Benjeng, Jumat (8/4).
Para siswa, didampingi gurunya, mendatangi rumah warga yang terendam banjir satu persatu. Bantuan yang diberikan para siswa, terdiri dari beras 1,19 ton, 119 kardus mie instan, 200 bungkus roti dan aneka jenis bahan pokok yang lain.
”Kami bersyukur, karena keluarga besar SD Muhammadiyah 1 masih peduli kepada para korban banjir,” ujar HM. Tari, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gluran Ploso Benjeng.
M. Fadloli Aziz, Kepala SD Muhammadiyah 1 Manyar mengatakan baksos ini merupakan rangkaian kegiatan Milad SD Muhammadiyah 1 Manyar ke-7 yang puncaknya adalah jalan sehat, pentas seni dan basar Minggu (10/4)
http://www.surya.co.id/?p=164998 Jumat, 8 April 2011 | 19:10 WIB
Aswaja NU Center ke Tujuh di Gresik
GRESIK | SURYA Online – PWNU Jatim akhirnya meresmikan Aswaja NU Center yang ke tujuh, yaitu di PCNU Kabupaten Gresik Jawa Timur.
Aswaja NU Center memiliki visi mewujudkan media pencerahan wawasan ke-Islam-an dan pembentukan karakter umat sesuai keberagamaan Rosulullah SAW dan para sahabatnya. Misinya meningkatkan pemahamam umat terkait ke-Islama-an Aswaja NU, serta menjadikan Islam Aswaja NU sebagai perilaku umat sehari-hari.
Ketua PCNU Gresik Husnul Khuluq mengatakan, keberadaan Aswaja NU Center ini diharapkan memperkuat character building bagi jam’iyyah NU, khususnya generasi muda sebagai kader yang melanjutkan perjuangan NU.
“Untuk mewujudkan ini secara bertahap dilakukan melalui trainer of trainer (TOT) yang melaksanakan sebagai pelaksana bimbingan dan solusi ahlusunnah wal jamaah (Biswah), usaha sosialisasi ahlusunnah wal jamaah (Uswah) serta makatabah ahlusunnah wal jamaah (Makwah),” ujarnya.
Keberadaan Aswaja NU Center, kata Khuluq, akan memfokuskan kepada siswa mulai tingkat SMP hingga SMA. “Aswaja NU Center seperti spiritual quetion (SQ) plus karena arah dan tujuannya berlandaskan Aswaja,” paparnya.
http://www.surya.co.id/?p=165852 Selasa, 12 April 2011 | 05:00 WIB
Aswaja NU Center memiliki visi mewujudkan media pencerahan wawasan ke-Islam-an dan pembentukan karakter umat sesuai keberagamaan Rosulullah SAW dan para sahabatnya. Misinya meningkatkan pemahamam umat terkait ke-Islama-an Aswaja NU, serta menjadikan Islam Aswaja NU sebagai perilaku umat sehari-hari.
Ketua PCNU Gresik Husnul Khuluq mengatakan, keberadaan Aswaja NU Center ini diharapkan memperkuat character building bagi jam’iyyah NU, khususnya generasi muda sebagai kader yang melanjutkan perjuangan NU.
“Untuk mewujudkan ini secara bertahap dilakukan melalui trainer of trainer (TOT) yang melaksanakan sebagai pelaksana bimbingan dan solusi ahlusunnah wal jamaah (Biswah), usaha sosialisasi ahlusunnah wal jamaah (Uswah) serta makatabah ahlusunnah wal jamaah (Makwah),” ujarnya.
Keberadaan Aswaja NU Center, kata Khuluq, akan memfokuskan kepada siswa mulai tingkat SMP hingga SMA. “Aswaja NU Center seperti spiritual quetion (SQ) plus karena arah dan tujuannya berlandaskan Aswaja,” paparnya.
http://www.surya.co.id/?p=165852 Selasa, 12 April 2011 | 05:00 WIB
Pemkot Surabaya Normalisasi Kali Lamong
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
Empat Sekolah di Gresik Siap Rebut Adiwiyata Nasional
GRESIK | SURYA Online – Sebanyak empat lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik Jawa Timur, akan maju dalam perebutan sekolah adiwiyata tingkat nasional.
Ke empat sekolah itu, adalah SD Semen Gresik, SMP Negeri 3 Gresik, SMA Negeri 1 Driyorejo, dan SMA Negeri 1 Manyar.
Program Adiwiyata adalah, salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sasmita Nugraha, ketua tim penilai lingkungan hidup mengatakan ada empat indikator penilaian Adiwiyata. Meliputi kebijakan sekolah 40 persen, kurikulum berbasis lingkungan 30 persen, peningkatan partisipasi 20 persen, serta peningkatan sarana/prasarana 10 persen.
”Kami juga berterimakasih kepada Pemkab Gresik, karena telah mereduksi program Adiwayata ini dengan memasukkan kurikulum Adiwiyata di sekolah,” ujar Nugroho dihadapan Wakil Bupati Gresik HM Qosim.
Wabup Gresik HM Qosim, menegaskan Adiwiyata bukan lomba tetapi sebagai upaya menciptakan kelestarian lingkungan di sekolah. Tujuannya untuk kepentingan generasi mendatang atau memperbaiki lingkungan. Bahkan program Lingkungan Hidup sinergi dalam Kepemimpinan Bupati Sambari – Qosim yang tertuang dalam visi Pemkab Gresik, “Gresik yang agamis, adil, makmur dan berkehidupan yang berkualitas.
http://www.surya.co.id/?p=169646 Kamis, 28 April 2011 | 21:52 WIB
Ke empat sekolah itu, adalah SD Semen Gresik, SMP Negeri 3 Gresik, SMA Negeri 1 Driyorejo, dan SMA Negeri 1 Manyar.
Program Adiwiyata adalah, salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sasmita Nugraha, ketua tim penilai lingkungan hidup mengatakan ada empat indikator penilaian Adiwiyata. Meliputi kebijakan sekolah 40 persen, kurikulum berbasis lingkungan 30 persen, peningkatan partisipasi 20 persen, serta peningkatan sarana/prasarana 10 persen.
”Kami juga berterimakasih kepada Pemkab Gresik, karena telah mereduksi program Adiwayata ini dengan memasukkan kurikulum Adiwiyata di sekolah,” ujar Nugroho dihadapan Wakil Bupati Gresik HM Qosim.
Wabup Gresik HM Qosim, menegaskan Adiwiyata bukan lomba tetapi sebagai upaya menciptakan kelestarian lingkungan di sekolah. Tujuannya untuk kepentingan generasi mendatang atau memperbaiki lingkungan. Bahkan program Lingkungan Hidup sinergi dalam Kepemimpinan Bupati Sambari – Qosim yang tertuang dalam visi Pemkab Gresik, “Gresik yang agamis, adil, makmur dan berkehidupan yang berkualitas.
http://www.surya.co.id/?p=169646 Kamis, 28 April 2011 | 21:52 WIB
Jumat, 22 April 2011
Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model
Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas.
Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Keayuan perempuan 23 tahun itu dilengkapi pula dengan, menurut pengakuan dia, keberanian dan kesukaan pada tantangan.
Yahoo! Indonesia mewawancarai Eka Frestya di kantor National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia bercerita dari alasannya menjadi polisi hingga tipe cowok impiannya.
Yahoo! Indonesia (Y!): Kenapa Anda mau menjadi polisi?
Eka Frestya: Jadi polisi itu seru. Ada banyak tantangan, dan pekerjaannya pun nggak monoton. Bisa ke sana ke sini juga.
Y!: Apa pengalaman yang paling seru selama menjadi polisi?
Eka: Menangkap penjahat (tersenyum).
Y!: Wow! Bisa cerita seperti apa ketika itu?
Eka: Waktu itu saya bertugas di Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta. Kami memang bekerjasama dengan Bea Cukai. Ada laporan, ada TO (Target Operasi—red), lalu kita selidiki. Kemudian didapati ada barang yang dicurigai sebagai narkotika. Lalu kita tangkap saat itu.
Y!: Sebelum di NTMC, Anda sudah pernah bertugas di mana saja?
Eka: Setelah dilantik tahun 2006, saya bertugas di Polda Metro Jaya. Di Direktorat Samapta untuk patroli kendaraan roda empat. Lalu di Polres Bandara, pertama saya dinas di pospol terminal 3 menangani masalah TKI. Kemudian pindah ke pariwisata, pindah lagi ke protokol pejabat Polri dan bagian narkoba. Barulah ke Ditlantas Polda Metro Jaya.
Y!: Kalau boleh memilih, ingin ditugaskan di kesatuan mana lagi selain lalu lintas?
Eka: Kalau disuruh memilih yah, maunya sih di Krimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus—menangani kejahatan ekonomi dan cyber) atau mau di (Direktorat) Narkoba.
Y!: Kenapa Anda memilih kesatuan yang terkesan penuh dengan kekerasan?
Eka: Saya suka tantangan. Saya juga nggak takut, karena mental kita kan sudah dilatih. Saya memang menikmati bertugas di lapangan.
Y!: Semenjak menjadi presenter di Metro TV, merasa menjadi pusat perhatian ketika jalan di tempat umum, di mal misalnya?
Eka: Kalau saya nggak ya. Karena kalau jalan-jalan kan nggak pakai seragam. Mungkin masyarakat nggak ngeuh.
Y!: Pacar bagaimana menanggapi Anda menjadi presenter TV?
Eka: Saya belum punya pacar lhooo (tertawa).
Y!: Oh, jadi belum punya pacar. Tapi ada yang mendekati, dong?
Eka: Kalau yang PDKT ada sih. Lihat aja, kalau nggak sreg yah kita hanya berteman saja. Nggak ada salahnya kan berteman dulu.
Y!: Cowok impian Briptu Eka yang seperti apa sih?
Eka: Cowok yang baik dan yang bertanggung jawab.
Y!: Hobinya apa jika sedang tidak bertugas?
Eka: Saya senang naik gunung, main jestki juga. Saya biasanya seminggu sekali main jetski.
Y!: Kalau tidak menjadi polisi, ingin memilih profesi apa?
Eka: Saya mau jadi model (tertawa)!
Y!: Sudah ada yang menawarkan untuk menjadi model, main sinetron atau MC?
Eka: Belum ada sih. Kalau ada pun, untuk menunjang tugas nggak apa-apa. Tapi kalau di luar dinas harus izin dengan pimpinan.
_______________
Nama: Eka Frestya
Lahir: 15 Juli
Karier: Dilantik menjadi Polwan pada 2006 dan kini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Oleh Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB
Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Keayuan perempuan 23 tahun itu dilengkapi pula dengan, menurut pengakuan dia, keberanian dan kesukaan pada tantangan.
Yahoo! Indonesia mewawancarai Eka Frestya di kantor National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia bercerita dari alasannya menjadi polisi hingga tipe cowok impiannya.
Yahoo! Indonesia (Y!): Kenapa Anda mau menjadi polisi?
Eka Frestya: Jadi polisi itu seru. Ada banyak tantangan, dan pekerjaannya pun nggak monoton. Bisa ke sana ke sini juga.
Y!: Apa pengalaman yang paling seru selama menjadi polisi?
Eka: Menangkap penjahat (tersenyum).
Y!: Wow! Bisa cerita seperti apa ketika itu?
Eka: Waktu itu saya bertugas di Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta. Kami memang bekerjasama dengan Bea Cukai. Ada laporan, ada TO (Target Operasi—red), lalu kita selidiki. Kemudian didapati ada barang yang dicurigai sebagai narkotika. Lalu kita tangkap saat itu.
Y!: Sebelum di NTMC, Anda sudah pernah bertugas di mana saja?
Eka: Setelah dilantik tahun 2006, saya bertugas di Polda Metro Jaya. Di Direktorat Samapta untuk patroli kendaraan roda empat. Lalu di Polres Bandara, pertama saya dinas di pospol terminal 3 menangani masalah TKI. Kemudian pindah ke pariwisata, pindah lagi ke protokol pejabat Polri dan bagian narkoba. Barulah ke Ditlantas Polda Metro Jaya.
Y!: Kalau boleh memilih, ingin ditugaskan di kesatuan mana lagi selain lalu lintas?
Eka: Kalau disuruh memilih yah, maunya sih di Krimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus—menangani kejahatan ekonomi dan cyber) atau mau di (Direktorat) Narkoba.
Y!: Kenapa Anda memilih kesatuan yang terkesan penuh dengan kekerasan?
Eka: Saya suka tantangan. Saya juga nggak takut, karena mental kita kan sudah dilatih. Saya memang menikmati bertugas di lapangan.
Y!: Semenjak menjadi presenter di Metro TV, merasa menjadi pusat perhatian ketika jalan di tempat umum, di mal misalnya?
Eka: Kalau saya nggak ya. Karena kalau jalan-jalan kan nggak pakai seragam. Mungkin masyarakat nggak ngeuh.
Y!: Pacar bagaimana menanggapi Anda menjadi presenter TV?
Eka: Saya belum punya pacar lhooo (tertawa).
Y!: Oh, jadi belum punya pacar. Tapi ada yang mendekati, dong?
Eka: Kalau yang PDKT ada sih. Lihat aja, kalau nggak sreg yah kita hanya berteman saja. Nggak ada salahnya kan berteman dulu.
Y!: Cowok impian Briptu Eka yang seperti apa sih?
Eka: Cowok yang baik dan yang bertanggung jawab.
Y!: Hobinya apa jika sedang tidak bertugas?
Eka: Saya senang naik gunung, main jestki juga. Saya biasanya seminggu sekali main jetski.
Y!: Kalau tidak menjadi polisi, ingin memilih profesi apa?
Eka: Saya mau jadi model (tertawa)!
Y!: Sudah ada yang menawarkan untuk menjadi model, main sinetron atau MC?
Eka: Belum ada sih. Kalau ada pun, untuk menunjang tugas nggak apa-apa. Tapi kalau di luar dinas harus izin dengan pimpinan.
_______________
Nama: Eka Frestya
Lahir: 15 Juli
Karier: Dilantik menjadi Polwan pada 2006 dan kini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Oleh Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)