PEDULI – Siswa SD Muhammadiyah memberikan bantuan bagi warga korban banjir, Jumat (8/4) sore. Surya:foto/san
GRESIK | SURYA Online - Ratusan siswa SD Muhammadiyah 1 Manyar Gresik Jawa Timur menggelar bakti sosial di lokasi banjir di Desa Gluran Ploso Kecamatan Benjeng, Jumat (8/4).
Para siswa, didampingi gurunya, mendatangi rumah warga yang terendam banjir satu persatu. Bantuan yang diberikan para siswa, terdiri dari beras 1,19 ton, 119 kardus mie instan, 200 bungkus roti dan aneka jenis bahan pokok yang lain.
”Kami bersyukur, karena keluarga besar SD Muhammadiyah 1 masih peduli kepada para korban banjir,” ujar HM. Tari, ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gluran Ploso Benjeng.
M. Fadloli Aziz, Kepala SD Muhammadiyah 1 Manyar mengatakan baksos ini merupakan rangkaian kegiatan Milad SD Muhammadiyah 1 Manyar ke-7 yang puncaknya adalah jalan sehat, pentas seni dan basar Minggu (10/4)
http://www.surya.co.id/?p=164998 Jumat, 8 April 2011 | 19:10 WIB
Minggu, 08 Mei 2011
Aswaja NU Center ke Tujuh di Gresik
GRESIK | SURYA Online – PWNU Jatim akhirnya meresmikan Aswaja NU Center yang ke tujuh, yaitu di PCNU Kabupaten Gresik Jawa Timur.
Aswaja NU Center memiliki visi mewujudkan media pencerahan wawasan ke-Islam-an dan pembentukan karakter umat sesuai keberagamaan Rosulullah SAW dan para sahabatnya. Misinya meningkatkan pemahamam umat terkait ke-Islama-an Aswaja NU, serta menjadikan Islam Aswaja NU sebagai perilaku umat sehari-hari.
Ketua PCNU Gresik Husnul Khuluq mengatakan, keberadaan Aswaja NU Center ini diharapkan memperkuat character building bagi jam’iyyah NU, khususnya generasi muda sebagai kader yang melanjutkan perjuangan NU.
“Untuk mewujudkan ini secara bertahap dilakukan melalui trainer of trainer (TOT) yang melaksanakan sebagai pelaksana bimbingan dan solusi ahlusunnah wal jamaah (Biswah), usaha sosialisasi ahlusunnah wal jamaah (Uswah) serta makatabah ahlusunnah wal jamaah (Makwah),” ujarnya.
Keberadaan Aswaja NU Center, kata Khuluq, akan memfokuskan kepada siswa mulai tingkat SMP hingga SMA. “Aswaja NU Center seperti spiritual quetion (SQ) plus karena arah dan tujuannya berlandaskan Aswaja,” paparnya.
http://www.surya.co.id/?p=165852 Selasa, 12 April 2011 | 05:00 WIB
Aswaja NU Center memiliki visi mewujudkan media pencerahan wawasan ke-Islam-an dan pembentukan karakter umat sesuai keberagamaan Rosulullah SAW dan para sahabatnya. Misinya meningkatkan pemahamam umat terkait ke-Islama-an Aswaja NU, serta menjadikan Islam Aswaja NU sebagai perilaku umat sehari-hari.
Ketua PCNU Gresik Husnul Khuluq mengatakan, keberadaan Aswaja NU Center ini diharapkan memperkuat character building bagi jam’iyyah NU, khususnya generasi muda sebagai kader yang melanjutkan perjuangan NU.
“Untuk mewujudkan ini secara bertahap dilakukan melalui trainer of trainer (TOT) yang melaksanakan sebagai pelaksana bimbingan dan solusi ahlusunnah wal jamaah (Biswah), usaha sosialisasi ahlusunnah wal jamaah (Uswah) serta makatabah ahlusunnah wal jamaah (Makwah),” ujarnya.
Keberadaan Aswaja NU Center, kata Khuluq, akan memfokuskan kepada siswa mulai tingkat SMP hingga SMA. “Aswaja NU Center seperti spiritual quetion (SQ) plus karena arah dan tujuannya berlandaskan Aswaja,” paparnya.
http://www.surya.co.id/?p=165852 Selasa, 12 April 2011 | 05:00 WIB
Pemkot Surabaya Normalisasi Kali Lamong
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
SURABAYA | SURYA Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya normalisasi sungai Kali Lamong yang selama ini menyebabkan banjir di perbatasan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Pemkot Surabaya, Erna Purnawati, Rabu (27/4/2011), mengatakan, pengerjaan normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya saat ini sudah dilakukan sepanjang 1 km dari total 13,5 km.
“Kami terus percepat pengerjaan Kali Lamong agar tidak terjadi banjir,” katanya.
Menurut dia, pemkot sendiri terus melakukan upaya pembebasan tanah milik warga yang menjorok ke sempadan Kali Lamong seluas 13,5 km dengan biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar.
Untuk proses normalisasi, katanya, ia memulai dari pintu masuk tol Romo Kalisari ke arah utara. Selama ini, wilayah itu menjadi langganan sumber banjir akibat Kali Lamong yang tak mampu menampung air.
Sedangkan untuk proses pengerukan, katanya, akan dilakukan pemerintah pusat berbarengan dengan proses pembebasan. “Khusus untuk normalisasi Kali Lamong sisi Surabaya akan dipasang beton. Makanya perlu pembebasan segera,” katanya.
Pemkot sendiri melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Departemen Pekerjaan Umum akan mempercepat proses pengerukan Kali Lamong.
Proses pengerukan sungai yang menjadi batas wilayah antara Surabaya dengan Gresik itu akan dimulai dalam waktu dekat. Semua biaya pengerukan dianggarkan pemerintah pusat Rp20 miliar.
Erna melanjutkan, anggaran tersebut murni dari APBN, sedangkan Pemkot Surabaya tidak menganggarkannya, karena kewenangan penanganan Kali Lamong ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya memiliki kewajiban membebaskan lahan yang menjorok ke Kali Lamong,” katanya.
http://www.surya.co.id/?p=169511 Rabu, 27 April 2011 | 19:01 WIB
Empat Sekolah di Gresik Siap Rebut Adiwiyata Nasional
GRESIK | SURYA Online – Sebanyak empat lembaga pendidikan di Kabupaten Gresik Jawa Timur, akan maju dalam perebutan sekolah adiwiyata tingkat nasional.
Ke empat sekolah itu, adalah SD Semen Gresik, SMP Negeri 3 Gresik, SMA Negeri 1 Driyorejo, dan SMA Negeri 1 Manyar.
Program Adiwiyata adalah, salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sasmita Nugraha, ketua tim penilai lingkungan hidup mengatakan ada empat indikator penilaian Adiwiyata. Meliputi kebijakan sekolah 40 persen, kurikulum berbasis lingkungan 30 persen, peningkatan partisipasi 20 persen, serta peningkatan sarana/prasarana 10 persen.
”Kami juga berterimakasih kepada Pemkab Gresik, karena telah mereduksi program Adiwayata ini dengan memasukkan kurikulum Adiwiyata di sekolah,” ujar Nugroho dihadapan Wakil Bupati Gresik HM Qosim.
Wabup Gresik HM Qosim, menegaskan Adiwiyata bukan lomba tetapi sebagai upaya menciptakan kelestarian lingkungan di sekolah. Tujuannya untuk kepentingan generasi mendatang atau memperbaiki lingkungan. Bahkan program Lingkungan Hidup sinergi dalam Kepemimpinan Bupati Sambari – Qosim yang tertuang dalam visi Pemkab Gresik, “Gresik yang agamis, adil, makmur dan berkehidupan yang berkualitas.
http://www.surya.co.id/?p=169646 Kamis, 28 April 2011 | 21:52 WIB
Ke empat sekolah itu, adalah SD Semen Gresik, SMP Negeri 3 Gresik, SMA Negeri 1 Driyorejo, dan SMA Negeri 1 Manyar.
Program Adiwiyata adalah, salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sasmita Nugraha, ketua tim penilai lingkungan hidup mengatakan ada empat indikator penilaian Adiwiyata. Meliputi kebijakan sekolah 40 persen, kurikulum berbasis lingkungan 30 persen, peningkatan partisipasi 20 persen, serta peningkatan sarana/prasarana 10 persen.
”Kami juga berterimakasih kepada Pemkab Gresik, karena telah mereduksi program Adiwayata ini dengan memasukkan kurikulum Adiwiyata di sekolah,” ujar Nugroho dihadapan Wakil Bupati Gresik HM Qosim.
Wabup Gresik HM Qosim, menegaskan Adiwiyata bukan lomba tetapi sebagai upaya menciptakan kelestarian lingkungan di sekolah. Tujuannya untuk kepentingan generasi mendatang atau memperbaiki lingkungan. Bahkan program Lingkungan Hidup sinergi dalam Kepemimpinan Bupati Sambari – Qosim yang tertuang dalam visi Pemkab Gresik, “Gresik yang agamis, adil, makmur dan berkehidupan yang berkualitas.
http://www.surya.co.id/?p=169646 Kamis, 28 April 2011 | 21:52 WIB
Jumat, 22 April 2011
Briptu Eka Frestya Ingin Jadi Model
Brigadir (Polisi) Satu Eka Frestya adalah salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat. Melalui televisi, ia dan sejumlah rekannya kerap tampil menyampaikan informasi lalu lintas.
Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Keayuan perempuan 23 tahun itu dilengkapi pula dengan, menurut pengakuan dia, keberanian dan kesukaan pada tantangan.
Yahoo! Indonesia mewawancarai Eka Frestya di kantor National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia bercerita dari alasannya menjadi polisi hingga tipe cowok impiannya.
Yahoo! Indonesia (Y!): Kenapa Anda mau menjadi polisi?
Eka Frestya: Jadi polisi itu seru. Ada banyak tantangan, dan pekerjaannya pun nggak monoton. Bisa ke sana ke sini juga.
Y!: Apa pengalaman yang paling seru selama menjadi polisi?
Eka: Menangkap penjahat (tersenyum).
Y!: Wow! Bisa cerita seperti apa ketika itu?
Eka: Waktu itu saya bertugas di Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta. Kami memang bekerjasama dengan Bea Cukai. Ada laporan, ada TO (Target Operasi—red), lalu kita selidiki. Kemudian didapati ada barang yang dicurigai sebagai narkotika. Lalu kita tangkap saat itu.
Y!: Sebelum di NTMC, Anda sudah pernah bertugas di mana saja?
Eka: Setelah dilantik tahun 2006, saya bertugas di Polda Metro Jaya. Di Direktorat Samapta untuk patroli kendaraan roda empat. Lalu di Polres Bandara, pertama saya dinas di pospol terminal 3 menangani masalah TKI. Kemudian pindah ke pariwisata, pindah lagi ke protokol pejabat Polri dan bagian narkoba. Barulah ke Ditlantas Polda Metro Jaya.
Y!: Kalau boleh memilih, ingin ditugaskan di kesatuan mana lagi selain lalu lintas?
Eka: Kalau disuruh memilih yah, maunya sih di Krimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus—menangani kejahatan ekonomi dan cyber) atau mau di (Direktorat) Narkoba.
Y!: Kenapa Anda memilih kesatuan yang terkesan penuh dengan kekerasan?
Eka: Saya suka tantangan. Saya juga nggak takut, karena mental kita kan sudah dilatih. Saya memang menikmati bertugas di lapangan.
Y!: Semenjak menjadi presenter di Metro TV, merasa menjadi pusat perhatian ketika jalan di tempat umum, di mal misalnya?
Eka: Kalau saya nggak ya. Karena kalau jalan-jalan kan nggak pakai seragam. Mungkin masyarakat nggak ngeuh.
Y!: Pacar bagaimana menanggapi Anda menjadi presenter TV?
Eka: Saya belum punya pacar lhooo (tertawa).
Y!: Oh, jadi belum punya pacar. Tapi ada yang mendekati, dong?
Eka: Kalau yang PDKT ada sih. Lihat aja, kalau nggak sreg yah kita hanya berteman saja. Nggak ada salahnya kan berteman dulu.
Y!: Cowok impian Briptu Eka yang seperti apa sih?
Eka: Cowok yang baik dan yang bertanggung jawab.
Y!: Hobinya apa jika sedang tidak bertugas?
Eka: Saya senang naik gunung, main jestki juga. Saya biasanya seminggu sekali main jetski.
Y!: Kalau tidak menjadi polisi, ingin memilih profesi apa?
Eka: Saya mau jadi model (tertawa)!
Y!: Sudah ada yang menawarkan untuk menjadi model, main sinetron atau MC?
Eka: Belum ada sih. Kalau ada pun, untuk menunjang tugas nggak apa-apa. Tapi kalau di luar dinas harus izin dengan pimpinan.
_______________
Nama: Eka Frestya
Lahir: 15 Juli
Karier: Dilantik menjadi Polwan pada 2006 dan kini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Oleh Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB
Paras manis Eka membuat wajahnya mudah diingat orang. Keayuan perempuan 23 tahun itu dilengkapi pula dengan, menurut pengakuan dia, keberanian dan kesukaan pada tantangan.
Yahoo! Indonesia mewawancarai Eka Frestya di kantor National Traffic Management Center Kepolisian Republik Indonesia, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Ia bercerita dari alasannya menjadi polisi hingga tipe cowok impiannya.
Yahoo! Indonesia (Y!): Kenapa Anda mau menjadi polisi?
Eka Frestya: Jadi polisi itu seru. Ada banyak tantangan, dan pekerjaannya pun nggak monoton. Bisa ke sana ke sini juga.
Y!: Apa pengalaman yang paling seru selama menjadi polisi?
Eka: Menangkap penjahat (tersenyum).
Y!: Wow! Bisa cerita seperti apa ketika itu?
Eka: Waktu itu saya bertugas di Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta. Kami memang bekerjasama dengan Bea Cukai. Ada laporan, ada TO (Target Operasi—red), lalu kita selidiki. Kemudian didapati ada barang yang dicurigai sebagai narkotika. Lalu kita tangkap saat itu.
Y!: Sebelum di NTMC, Anda sudah pernah bertugas di mana saja?
Eka: Setelah dilantik tahun 2006, saya bertugas di Polda Metro Jaya. Di Direktorat Samapta untuk patroli kendaraan roda empat. Lalu di Polres Bandara, pertama saya dinas di pospol terminal 3 menangani masalah TKI. Kemudian pindah ke pariwisata, pindah lagi ke protokol pejabat Polri dan bagian narkoba. Barulah ke Ditlantas Polda Metro Jaya.
Y!: Kalau boleh memilih, ingin ditugaskan di kesatuan mana lagi selain lalu lintas?
Eka: Kalau disuruh memilih yah, maunya sih di Krimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus—menangani kejahatan ekonomi dan cyber) atau mau di (Direktorat) Narkoba.
Y!: Kenapa Anda memilih kesatuan yang terkesan penuh dengan kekerasan?
Eka: Saya suka tantangan. Saya juga nggak takut, karena mental kita kan sudah dilatih. Saya memang menikmati bertugas di lapangan.
Y!: Semenjak menjadi presenter di Metro TV, merasa menjadi pusat perhatian ketika jalan di tempat umum, di mal misalnya?
Eka: Kalau saya nggak ya. Karena kalau jalan-jalan kan nggak pakai seragam. Mungkin masyarakat nggak ngeuh.
Y!: Pacar bagaimana menanggapi Anda menjadi presenter TV?
Eka: Saya belum punya pacar lhooo (tertawa).
Y!: Oh, jadi belum punya pacar. Tapi ada yang mendekati, dong?
Eka: Kalau yang PDKT ada sih. Lihat aja, kalau nggak sreg yah kita hanya berteman saja. Nggak ada salahnya kan berteman dulu.
Y!: Cowok impian Briptu Eka yang seperti apa sih?
Eka: Cowok yang baik dan yang bertanggung jawab.
Y!: Hobinya apa jika sedang tidak bertugas?
Eka: Saya senang naik gunung, main jestki juga. Saya biasanya seminggu sekali main jetski.
Y!: Kalau tidak menjadi polisi, ingin memilih profesi apa?
Eka: Saya mau jadi model (tertawa)!
Y!: Sudah ada yang menawarkan untuk menjadi model, main sinetron atau MC?
Eka: Belum ada sih. Kalau ada pun, untuk menunjang tugas nggak apa-apa. Tapi kalau di luar dinas harus izin dengan pimpinan.
_______________
Nama: Eka Frestya
Lahir: 15 Juli
Karier: Dilantik menjadi Polwan pada 2006 dan kini bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya
Oleh Fajar Anugrah Putra | Newsroom Blog – Kam, 21 Apr 2011 11.28 WIB
Gresik Tuan Rumah Jambore Pramuka 2011
GRESIK | SURYA Online - Kabupaten Gresik siap menjadi tuan rumah jambore Pramuka se Jawa Timur tahun 2011. Rencananya, jambore akan digelar di Pulau Bawean yang berjarak 81 mil dari Gresik.
Saifullah Yusuf , Kakwarda Jatim mengatakan, jambore tingkat Jatim tersebut memang diputuskan di Gresik. Pelaksanaannya tahun 2011 atau awal tahun 2012. “Soal tempat memang tergantung tuan rumah, tetapi kabarnya lokasinya di Pulau Bawean,” ujar Wakil Gubernur Jatim saat pelantikan Mabicab, Kwarcab dan LPK Gresik.
Menurut Wagub, bila memang dipastikan lokasinya di Pulau Bawean pihaknya siap membantu transportasinya dengan melobi pihak Armatim untuk menyediakan kapal perang sebagai angkutan peserta.
Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan lokasi jambore se Jatim akan digelar di Pulau Bawean. Tujuan diadakan di pulau tersebut, sekaligus untuk memperkenalkan obyek wisata yang ada di pulau Bidadari. “Masih banyak orang yang tidak tahu potensi wisata Pulau Bawean, melalui Jambore Pramuka kita harapkan masyarakat Jatim lebih mengenal Bawean,” ujar Sambari.
Minggu, 17 April 2011 | 15:58 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/gresik-tuan-rumah-jambore-pramuka.html
Saifullah Yusuf , Kakwarda Jatim mengatakan, jambore tingkat Jatim tersebut memang diputuskan di Gresik. Pelaksanaannya tahun 2011 atau awal tahun 2012. “Soal tempat memang tergantung tuan rumah, tetapi kabarnya lokasinya di Pulau Bawean,” ujar Wakil Gubernur Jatim saat pelantikan Mabicab, Kwarcab dan LPK Gresik.
Menurut Wagub, bila memang dipastikan lokasinya di Pulau Bawean pihaknya siap membantu transportasinya dengan melobi pihak Armatim untuk menyediakan kapal perang sebagai angkutan peserta.
Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan lokasi jambore se Jatim akan digelar di Pulau Bawean. Tujuan diadakan di pulau tersebut, sekaligus untuk memperkenalkan obyek wisata yang ada di pulau Bidadari. “Masih banyak orang yang tidak tahu potensi wisata Pulau Bawean, melalui Jambore Pramuka kita harapkan masyarakat Jatim lebih mengenal Bawean,” ujar Sambari.
Minggu, 17 April 2011 | 15:58 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/gresik-tuan-rumah-jambore-pramuka.html
Mendiknas: Biaya Unas 2011 Rp 540 miliar
GRESIK | SURYA Online - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh menyatakan, biaya penyelenggaraan Unas 2011 secara nasional menelan biaya Rp 540 miliar atau Rp 50.000 per murid.
Rinciannya, peserta unas untuk SMA sederajat 2,7 juta siswa; untuk SMP sederajat mencapai 4,3 juta serta tingkat SD sederajat 4,7 juta siswa.
“Uang Rp 50.000 itu untuk semua hal-hal yang terkait unas. Mulai dari soal, distribusi hingga pengamanan,” ujar Mendiknas saat sidak persiapan unas di SMA Negeri 1 Gresik Jawa Timur, Minggu (17/4) siang.
Didampingi Wabup M Qosim dan Kapolres AKBP Jacub Prajogo, Mendiknas mengingatkan bila ada yang membocorkan, baik secara personal maupun sistemik kelembagaan maka akan diberi sanksi.
Mantan Rektor ITS Surabaya itu menegaskan, sanksi yang diberikan secara menyeluruh. Kalau siswa yang melakukan kesalahan dengan menerima bocoran, akan diberhentikan dan tidak boleh mengikuti ujian maupun ujian susulan.
“Kalau sekolah yang salah dengan melakukan sistemik, maka akan ada sanksi secara kelembagaan. Misalnya statusnya diturunkan sesuai dengan tingkat kesalahannya,” kata M Nuh.
Selain itu, pengawas dari guru maupun pengawas independent (PI) bila ikut membocorkan kepada peserta, mereka juga akan mendapat sanksi. “Bila PI yang membocorkan, maka sanksi diberikan ke universitas tempatnya mengajar,” ujarnya
Surya Online Minggu, 17 April 2011 | 17:43 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/mendiknas-biaya-unas-2011-rp-540-miliar.html
Rinciannya, peserta unas untuk SMA sederajat 2,7 juta siswa; untuk SMP sederajat mencapai 4,3 juta serta tingkat SD sederajat 4,7 juta siswa.
“Uang Rp 50.000 itu untuk semua hal-hal yang terkait unas. Mulai dari soal, distribusi hingga pengamanan,” ujar Mendiknas saat sidak persiapan unas di SMA Negeri 1 Gresik Jawa Timur, Minggu (17/4) siang.
Didampingi Wabup M Qosim dan Kapolres AKBP Jacub Prajogo, Mendiknas mengingatkan bila ada yang membocorkan, baik secara personal maupun sistemik kelembagaan maka akan diberi sanksi.
Mantan Rektor ITS Surabaya itu menegaskan, sanksi yang diberikan secara menyeluruh. Kalau siswa yang melakukan kesalahan dengan menerima bocoran, akan diberhentikan dan tidak boleh mengikuti ujian maupun ujian susulan.
“Kalau sekolah yang salah dengan melakukan sistemik, maka akan ada sanksi secara kelembagaan. Misalnya statusnya diturunkan sesuai dengan tingkat kesalahannya,” kata M Nuh.
Selain itu, pengawas dari guru maupun pengawas independent (PI) bila ikut membocorkan kepada peserta, mereka juga akan mendapat sanksi. “Bila PI yang membocorkan, maka sanksi diberikan ke universitas tempatnya mengajar,” ujarnya
Surya Online Minggu, 17 April 2011 | 17:43 WIB
http://www.surya.co.id/berita_terkini/mendiknas-biaya-unas-2011-rp-540-miliar.html
Langganan:
Postingan (Atom)