GRESIK | SURYA Online - Mutasi terhadap 312 orang pejabat Pemkab Gresik Sabtu (26/3) membawa ‘korban’. Tiga orang pejabat di ‘staf ahli;kan, sebaliknya dua staf ahli mendapat promosi posisi sebagai kepala dinas dan kepala badan.
Pejabat yang di staf ahlikan adalah Abu Hasan, yang sebelumnya Asisten Administrasi Umum menjabat staf ahli bupati bidang pembangunan. Siswadi Aprilianto yang sebelumnya Kepala Badan Lingkungan Hidup kini menjadi staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan SDM. Pejabat lainnya adalah Suwaji, sekretaris KPUD sebagai staf ahli Bupati bidang Ekonomi dan Keuangan.
Sebaliknya, dua staf ahli yang berhasil mendapat promosi, adalah Bambang Isdianto menjabat Kepala Bappeda, serta Soemarsono menjadi Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga.
Selain itu, dalam prosesi di ruang Mandala Bhakti Praja, Bupati Dr. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si dan Wabup Drs. Mohammad Qosim, M.Si juga mengukuhkan Ir. Mohammad Najib, MM sebagai sekda Gresik.
Secara keseluruhan, mereka yang dilantik terdiri dari pejabat Eselon II a sebanyak 1 orang, Eselon II b 12 orang, eselon IIIa 36 orang, eselon III b 50 orang, eselon IV a 173 orang, eselon IV b 15 orang, Pejabat Direktur Utama RSU Ibnu Sina serta pejabat direktur umum dan direktur tehnis PDAM Gresik.
”Mutasi adalah sesuatu yang biasa dan akan selalu ada kapan saja. Hal ini jangan dianggap momok, karena adalah hal yang wajar kala perjalanan seseorang kadang ada diatas, kadang ada di bawah” ujarBupati Sambari.
Dalam keterangannya, Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya beberapa pejabat yang bertukar tempat antara lain Bambang Isdianto menjabat Kepala Bappeda, Mighfar Syukur sebagai Asisten Administrasi Umum, Hari Sucipto menjadi Sekretaris DPRD Gresik,
Pejabat yang promosi, Hermanto TH Sianturi menjabat Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Sosial, Achmad Nuruddin sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Direktur RSUD Ibnu Sina dijabat Endang Puspitowati, Sumarno menjadi Kepala Badan Lingkungan Hidup, serta Suwadi menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja.
http://www.surya.co.id/berita_terkini/tiga-pejabat-di-%E2%80%9Dstaf-ahli%E2%80%9Dkan.html
Selasa, 29 Maret 2011
Selasa, 15 Maret 2011
Janda Gresik Goyahkan “Iman” Bos Muhammadiyah
Din Syamsuddin Akhirnya Nikahi Notaris, yang Jebolan Unair
JAKARTA- Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (52) rupanya tak kuat lama-lama menduda, setelah ditinggal istrinya, Fira Beranata, delapan bulan lalu. Tokoh yang disegani ini pun jatuh ke pelukan Novalinda Yunafrianti (49), janda beranak tiga asal Gresik. Minggu (13/3) kemarin, akad nikah keduanya dilangsungkan di Masjid At-Taqwa, komplek kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Menariknya, Novalinda yang berprofesi notaris jebolan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini masih sepupu istri pertamanya.
Din menikahi Linda dengan mas kawin mushaaf Alquran dan satu set buku bacaan. Sederet tokoh hadir dalam acara pernikahan Din-Novalinda. Tampak Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, mantan Ketua Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MUI Amidhan, mantan Menkes Syuti Fadilah, dan Ketua KPK Busyro Muqodas. Sejumlah artis juga hadir, di antaranya Inneke Koesherawati.
Din sempat berkelakar, ketika usai akad nikah berlangsung. Ketika itu kedua mempelai berjalan dari lokasi akad nikah, masjid At Taqwa menuju gedung PP Muhammadiyah. "Digandeng Pak," ujar salah seorang tamu.
"Belum boleh," kata Din, seraya tersenyum. Sahutan Din tersebut kembali ditimpali oleh tamu lainnya, "Sudah boleh dong Pak, sudah sah," kata seorang tamu.
Sementara Linda, yang mengenakan gamis warna putih, hanya tersenyum mendengar jawaban Din. Istri Din ini masih terhitung kerabat Fira Beranata, istri Din yang wafat pada 29 Juli 2010 lalu karena serangan jantung.
Ketua DPP Golkar Tohari, dalam kesan pesannya sempat mengungkap kisah cinta antara Din dan Linda. Awal bulan lalu, cerita Tohari, Din melangsungkan ibadah umrah. "Kami minta Pak Din untuk naik ke Jabal Rahmah, untuk meneriakkan meminta jodoh, tapi Pak Din membentak, ah itu takhayul," cetus Tohari.
Namun, sekembalinya dari Jabal Rahmah, Din akhirnya mempersunting Linda. Din, tampak sumringah menyambut tamu-tamu yang hadir. Untuk diketahui, Novalinda adalah perempuan berprofesi notaris yang tinggal di Gresik, tepatnya di Perumahan Pesona Wahidin Blok B-31, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Putri kedua mantan Dirut PT Semen Gresik Sotion Ardjanggi itu tak lain adalah sepupu almarhumah Fira Beranata, istri pertama Din, yang sama-sama berasal dari Bukittingi, Sumatera Barat. Sama dengan Din, bagi Nova, pernikahannya kali ini adalah yang kedua.
Mereka pun sama-sama telah memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya. Semua anak mereka laki-laki. Nova juga dikenal luas di kalangan para petambak di sejumlah kecamatan di Gresik. Sarjana hukum jebolan Universitas Airlangga 1998 ini juga dekat dengan para pejabat terkait profesinya sebagai notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT).
Tak Canggung
Meski Linda merupakan sepupu dari istri Din sebelumnya, Fira Beranata, hal tersebut tak membuatnya canggung. Din pun mengaku bahwa dia dan Linda sudah sejak lama. Sebenarnya menjadi teman berbagi. Saat itu, Linda memanggil Din sebagai "Uda", sebuah panggilan untuk kakak laki-laki dalam bahasa Minang. Dengan pernikahan kemarin, panggilan untuk Din pun berubah menjadi "Honey".
"Dulu dia panggil saya 'Uda'. Sekarang karena sudah menikah, saya lihat di BBM (Blackberry Messanger) jadi berubah sedikit jadi 'Honey'. Jadi lebih romantis," ungkap Din sambil terbahak-bahak kepada para wartawan. Mendengar guyonan Din, sang istri tersipu-sipu.
Soal bulan madu, Din mengakui tidak akan melakukannya. Sebab bagi Din, pernikahannya kali ini adalah pernikahan lansia. "Ini kan pengantin lansia, kakek-nenek. Nggak ada bulan madu. Alamiah sajalah. Besok lusa saya sudah ada kegiatan organisasi," cetus Din.
Di dalam jumpa pers itu, Linda lebih banyak menyimak dengan saksama perkataan sang suami. Din ketika itu tengah asyik menceritakan pertemuannya dengan tambatan hatinya tersebut. "Sejak kepergian almarhum istri tercinta, sebagai manusia dan laki-laki yang belum terlalu tua, rasanya ingin sekali punya pendamping yang bisa menjadi tempat bertukar pikiran. Waktu itu saya inginnya keluarga terdekat, tapi sempat diputuskan tidak jadi," ucap Din.
Menurutnya, hal yang baik tidak boleh ditunda-tunda, termasuk dalam urusan menikah. Niat untuk menikahi Linda dikemukakan 3 minggu sebelum pernikahan. Din menambahkan, setelah menikah, mereka akan tinggal di rumah yang tidak jauh dari rumah Din di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Mulai tadi malam, Din dan Linda akan tinggal bersama di rumah itu.
Sementara itu Linda mengatakan, dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk menempatkan diri dan berusaha menjadi istri yang baik. "Saya berusaha bisa menempatkan diri. Profesi saya sebagai notaris dan pendamping hidup, saya berusaha semaksimal mungkin jadi istri yang baik. Saya kenal Pak Din sudah lama. Almarhumah (Fira, istri Din sebelumnya) kan sepupu saya, Insya Allah saya yakin," kata perempuan cantik berkerudung putih ini. oi
http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829629f7879cc4f47d09a3c4a988c2453731f
JAKARTA- Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin (52) rupanya tak kuat lama-lama menduda, setelah ditinggal istrinya, Fira Beranata, delapan bulan lalu. Tokoh yang disegani ini pun jatuh ke pelukan Novalinda Yunafrianti (49), janda beranak tiga asal Gresik. Minggu (13/3) kemarin, akad nikah keduanya dilangsungkan di Masjid At-Taqwa, komplek kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Menariknya, Novalinda yang berprofesi notaris jebolan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini masih sepupu istri pertamanya.
Din menikahi Linda dengan mas kawin mushaaf Alquran dan satu set buku bacaan. Sederet tokoh hadir dalam acara pernikahan Din-Novalinda. Tampak Ketua Umum PAN Hatta Radjasa, mantan Ketua Partai Golkar Akbar Tanjung, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua MPR Taufiq Kiemas dan Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MUI Amidhan, mantan Menkes Syuti Fadilah, dan Ketua KPK Busyro Muqodas. Sejumlah artis juga hadir, di antaranya Inneke Koesherawati.
Din sempat berkelakar, ketika usai akad nikah berlangsung. Ketika itu kedua mempelai berjalan dari lokasi akad nikah, masjid At Taqwa menuju gedung PP Muhammadiyah. "Digandeng Pak," ujar salah seorang tamu.
"Belum boleh," kata Din, seraya tersenyum. Sahutan Din tersebut kembali ditimpali oleh tamu lainnya, "Sudah boleh dong Pak, sudah sah," kata seorang tamu.
Sementara Linda, yang mengenakan gamis warna putih, hanya tersenyum mendengar jawaban Din. Istri Din ini masih terhitung kerabat Fira Beranata, istri Din yang wafat pada 29 Juli 2010 lalu karena serangan jantung.
Ketua DPP Golkar Tohari, dalam kesan pesannya sempat mengungkap kisah cinta antara Din dan Linda. Awal bulan lalu, cerita Tohari, Din melangsungkan ibadah umrah. "Kami minta Pak Din untuk naik ke Jabal Rahmah, untuk meneriakkan meminta jodoh, tapi Pak Din membentak, ah itu takhayul," cetus Tohari.
Namun, sekembalinya dari Jabal Rahmah, Din akhirnya mempersunting Linda. Din, tampak sumringah menyambut tamu-tamu yang hadir. Untuk diketahui, Novalinda adalah perempuan berprofesi notaris yang tinggal di Gresik, tepatnya di Perumahan Pesona Wahidin Blok B-31, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Putri kedua mantan Dirut PT Semen Gresik Sotion Ardjanggi itu tak lain adalah sepupu almarhumah Fira Beranata, istri pertama Din, yang sama-sama berasal dari Bukittingi, Sumatera Barat. Sama dengan Din, bagi Nova, pernikahannya kali ini adalah yang kedua.
Mereka pun sama-sama telah memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya. Semua anak mereka laki-laki. Nova juga dikenal luas di kalangan para petambak di sejumlah kecamatan di Gresik. Sarjana hukum jebolan Universitas Airlangga 1998 ini juga dekat dengan para pejabat terkait profesinya sebagai notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT).
Tak Canggung
Meski Linda merupakan sepupu dari istri Din sebelumnya, Fira Beranata, hal tersebut tak membuatnya canggung. Din pun mengaku bahwa dia dan Linda sudah sejak lama. Sebenarnya menjadi teman berbagi. Saat itu, Linda memanggil Din sebagai "Uda", sebuah panggilan untuk kakak laki-laki dalam bahasa Minang. Dengan pernikahan kemarin, panggilan untuk Din pun berubah menjadi "Honey".
"Dulu dia panggil saya 'Uda'. Sekarang karena sudah menikah, saya lihat di BBM (Blackberry Messanger) jadi berubah sedikit jadi 'Honey'. Jadi lebih romantis," ungkap Din sambil terbahak-bahak kepada para wartawan. Mendengar guyonan Din, sang istri tersipu-sipu.
Soal bulan madu, Din mengakui tidak akan melakukannya. Sebab bagi Din, pernikahannya kali ini adalah pernikahan lansia. "Ini kan pengantin lansia, kakek-nenek. Nggak ada bulan madu. Alamiah sajalah. Besok lusa saya sudah ada kegiatan organisasi," cetus Din.
Di dalam jumpa pers itu, Linda lebih banyak menyimak dengan saksama perkataan sang suami. Din ketika itu tengah asyik menceritakan pertemuannya dengan tambatan hatinya tersebut. "Sejak kepergian almarhum istri tercinta, sebagai manusia dan laki-laki yang belum terlalu tua, rasanya ingin sekali punya pendamping yang bisa menjadi tempat bertukar pikiran. Waktu itu saya inginnya keluarga terdekat, tapi sempat diputuskan tidak jadi," ucap Din.
Menurutnya, hal yang baik tidak boleh ditunda-tunda, termasuk dalam urusan menikah. Niat untuk menikahi Linda dikemukakan 3 minggu sebelum pernikahan. Din menambahkan, setelah menikah, mereka akan tinggal di rumah yang tidak jauh dari rumah Din di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Mulai tadi malam, Din dan Linda akan tinggal bersama di rumah itu.
Sementara itu Linda mengatakan, dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk menempatkan diri dan berusaha menjadi istri yang baik. "Saya berusaha bisa menempatkan diri. Profesi saya sebagai notaris dan pendamping hidup, saya berusaha semaksimal mungkin jadi istri yang baik. Saya kenal Pak Din sudah lama. Almarhumah (Fira, istri Din sebelumnya) kan sepupu saya, Insya Allah saya yakin," kata perempuan cantik berkerudung putih ini. oi
http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b8129829629f7879cc4f47d09a3c4a988c2453731f
Senin, 07 Februari 2011
Banjir Kali Lamong 2011
GRESIK l SURYA Online — Kawasan Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean, dan lima desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (5/2/2011), masih tergenang air luapan Kali Lamong. Tinggi genangan di Cermen Lerek mencapai 80 sentimeter.
Komandan Komando Resor Militer 084 Bhaskara Jaya Kolonel Infantri Andi Zainuddin didampingi Komandan Komando Distrik Militer 0817 Gresik Letnan Kolonel Arhanud Eko Wibowo dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Sabtu, meninjau banjir akibat meluapnya Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Rombongan juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, dan Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean.
Mohammad Qosim menuturkan, banjir melanda Kecamatan Cerme, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, dan Wringinanom. Kondisi saat ini sudah bagus, genangan mulai surut. Sebelumnya tinggi genangan mencapai 1,2 meter dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. “Curah hujan tinggi. Kali Lamong tidak mampu menampung sehingga banjir,” katanya.
Camat Cerme Bambang Wibisono melaporkan, banjir bandang diakibatkan curah hujan tinggi di Lamongan dan Mojokerto. Kali Lamong tidak mampu menampung. Hal ini diperparah kondisi laut pasang. Banjir di Cerme mulai terjadi pada Minggu (31/1/2011) dan menggenangi sedikitnya 12 desa dari 25 desa. Terakhir wilayah Desa Pandu, Jono, dan Tambakberas, yang posisinya di sebelah barat Kali Lamong, karena tanggul kritis.
Kondisi kritis itu ditanggulangi dengan karung plastik berisi pasir sebagai tanggul darurat. Namun, air Kali Lamong terus naik dan meluber sehingga menimbulkan genangan setinggi 30-120 sentimeter. Air menggenangi rumah, sawah, tambak, dan jalan raya.
Wilayah yang masih tergenang adalah Desa Morowudi, Iker-iker Geger, Dungus, Pandu, Jono, dan Cerme Kidul. Dalam upaya meringankan korban banjir, paguyuban kepala desa yang tidak terdampak memberi bantuan berupa nasi bungkus. Sedikitnya 13.000 nasi bungkus dibagikan kepada warga. Setiap hari distribusi diatur.
Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kodim 0817 membuka dapur umum, memberikan bantuan berupa nasi bungkus, serta membuka posko banjir untuk layanan kesehatan. Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Andi Zainuddin, menyatakan, pihaknya memberikan bantuan beras, nasi bungkus, mi instan, dan makanan ringan. “Kami juga merangkul lembaga swadaya masyarakat dan rumah sakit untuk kegiatan sosial,” katanya.
SABTU, 5 FEBRUARI 2011 | 19:49 WIB
http://www.surya.co.id/hot-news/danrem-tinjau-banjir-kali-lamong.html
Komandan Komando Resor Militer 084 Bhaskara Jaya Kolonel Infantri Andi Zainuddin didampingi Komandan Komando Distrik Militer 0817 Gresik Letnan Kolonel Arhanud Eko Wibowo dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim, Sabtu, meninjau banjir akibat meluapnya Kali Lamong di Kecamatan Cerme. Rombongan juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, dan Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean.
Mohammad Qosim menuturkan, banjir melanda Kecamatan Cerme, Kedamean, Benjeng, Balongpanggang, Menganti, dan Wringinanom. Kondisi saat ini sudah bagus, genangan mulai surut. Sebelumnya tinggi genangan mencapai 1,2 meter dan menyebabkan kemacetan lalu lintas. “Curah hujan tinggi. Kali Lamong tidak mampu menampung sehingga banjir,” katanya.
Camat Cerme Bambang Wibisono melaporkan, banjir bandang diakibatkan curah hujan tinggi di Lamongan dan Mojokerto. Kali Lamong tidak mampu menampung. Hal ini diperparah kondisi laut pasang. Banjir di Cerme mulai terjadi pada Minggu (31/1/2011) dan menggenangi sedikitnya 12 desa dari 25 desa. Terakhir wilayah Desa Pandu, Jono, dan Tambakberas, yang posisinya di sebelah barat Kali Lamong, karena tanggul kritis.
Kondisi kritis itu ditanggulangi dengan karung plastik berisi pasir sebagai tanggul darurat. Namun, air Kali Lamong terus naik dan meluber sehingga menimbulkan genangan setinggi 30-120 sentimeter. Air menggenangi rumah, sawah, tambak, dan jalan raya.
Wilayah yang masih tergenang adalah Desa Morowudi, Iker-iker Geger, Dungus, Pandu, Jono, dan Cerme Kidul. Dalam upaya meringankan korban banjir, paguyuban kepala desa yang tidak terdampak memberi bantuan berupa nasi bungkus. Sedikitnya 13.000 nasi bungkus dibagikan kepada warga. Setiap hari distribusi diatur.
Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kodim 0817 membuka dapur umum, memberikan bantuan berupa nasi bungkus, serta membuka posko banjir untuk layanan kesehatan. Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Andi Zainuddin, menyatakan, pihaknya memberikan bantuan beras, nasi bungkus, mi instan, dan makanan ringan. “Kami juga merangkul lembaga swadaya masyarakat dan rumah sakit untuk kegiatan sosial,” katanya.
SABTU, 5 FEBRUARI 2011 | 19:49 WIB
http://www.surya.co.id/hot-news/danrem-tinjau-banjir-kali-lamong.html
Rumah Kepala Dinas di Pemkab Gresik Dibobol Maling
GRESIK l SURYA Online - Rumah Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Tarso Sugito dibobol maling. Sebuah mobil Suzuki SX Over bernomor polisi W 780 AN dan satu CPU (central processor unit) hilang. Peristiwa itu diketahui Sabtu (5/2/2011) petang.
Sekitar pukul 18.00 Tarso ditelepon Ketua RT bahwa rumahnya di Jalan Mentawai 14 Perumahan Gresik, Kota Baru rusak. Tarso sekeluarga sebelumnya pukul 13.00 pulang ke kampung halamannya di Benjeng menggunakan mobil dinas.
Mendapat informasi kondisi rumahnya rusak, Tarso dan istrinya Baroroh pun kembali ke Gresik. Saat sampai mereka mendapati rolling door garasi dan pintu rumah rusak akibat congkelan. Kondisi dalam rumah juga acak-acakan.
“Pelaku berhasil membawa mobil karena menemukan kunci cadangan,” kata Baroroh.
Kasus itu segera dilaporkan ke Kepolisian Resor Gresik. Hingga saat ini polisi masih melakukan identifikasi, penyelidikan, dan olah tempat kejadian perkara.
SURYA ONLINE SABTU, 5 FEBRUARI 2011 | 22:20 WIB
http://www.surya.co.id/hot-news/rumah-kepala-dinas-dibobol-maling.html
Sekitar pukul 18.00 Tarso ditelepon Ketua RT bahwa rumahnya di Jalan Mentawai 14 Perumahan Gresik, Kota Baru rusak. Tarso sekeluarga sebelumnya pukul 13.00 pulang ke kampung halamannya di Benjeng menggunakan mobil dinas.
Mendapat informasi kondisi rumahnya rusak, Tarso dan istrinya Baroroh pun kembali ke Gresik. Saat sampai mereka mendapati rolling door garasi dan pintu rumah rusak akibat congkelan. Kondisi dalam rumah juga acak-acakan.
“Pelaku berhasil membawa mobil karena menemukan kunci cadangan,” kata Baroroh.
Kasus itu segera dilaporkan ke Kepolisian Resor Gresik. Hingga saat ini polisi masih melakukan identifikasi, penyelidikan, dan olah tempat kejadian perkara.
SURYA ONLINE SABTU, 5 FEBRUARI 2011 | 22:20 WIB
http://www.surya.co.id/hot-news/rumah-kepala-dinas-dibobol-maling.html
Selasa, 18 Januari 2011
Minggu, 16 Januari 2011
Belajar Sejarah Majapahit Lewat Game
SURABAYA | SURYA- Anggapan pelajaran sejarah relatif membosankan akan terkikis. Ini seiring temuan mahasiswa Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya Rendy Jaya Wiharja, yang mengaplikasikan pelajaran sejarah ke dalam software komputer. Pelajaran ini dikemas melalui game edukatif yang menyenangkan dan membuat penasaran.
Rendy melalui skripsinya Aplikasi Pembelajaran Sejarah Kerajaan Majapahit mengemas materi sejarah dengan sangat cantik. Bahkan efeks audio visual yang ada seakan membawa pengguna aplikasi ini ke suasana kerajaan di masa lampau. Saat aplikasinya dibuka, bendera perang berkibar dengan diikuti bala tentara kerajaan dalam sebuah perang. “Kita sengaja men-set-up seperti dalam suasana perang. Semua gambar dan visualisasi kita down loud. Hasilnya, lumayan bagus. Yang menyenangkan lagi, skripsi saya dapat A,” ungkap Rendy, penemu aplikasi pemebelajaran kerajaan Majapahit berbasis IT dengan game ini.
Mahasiswa Jurusan Teknik Informastika, Fakultas Teknik, Untag ini tergelitik saat mengenang semasa SMA dulu. Dia yang sangat senang pelajaran Sejarah ini malah menemukan sebagian teman yang lain tidak menyukainya. Anak pasangan Lugianto Taslim dan Supatmi ini senang sejarah karena sering main di Trowulan, Mojokerto.
Lelaki kelahiran Surabaya, 23 Juli 1987 lalu, kerap main ke Candi Wringin Lawang, Candi Tikus, serta candi-candi dan peninggalan Majapahit yang lain. Dari situlah, pelajaran sejarah menjadi digemari. “Nilai sejarah saya di SMA sampai sembilan,” kenangnya.
Situasi ini pun terbawa saat dirinya harus berpikir membuat tugas akhir. Dengan kemampuan yang dikuasainya, aplikasinya diwujudkan kerajaan Majapahit. Di dalamnya memuat sejarah kerajaan, tokoh dan para raja, peninggalan-peninggalan, e-book, sampai game berupa pertanyaan seperti pelajaran.
Penemuan ini sudah diujicobakan ke beberapa sekolah di Mojokerto dan SMA Untag. Hasilnya, seluruh siswa sangat menggemari. Mereka tak lagi mengatakan pelajaran sejarah membosankan.
“Ada juga foto dan gambar tokoh seperti Hayam Wuruk,” tambah Rendy yang mau diwisuda Februari.(nfai)
Surya Online Sabtu, 15 Januari 2011 | 09:30 WIB
http://www.surya.co.id/surabaya-raya/belajar-sejarah-majapahit-lewat-game.html
Rendy melalui skripsinya Aplikasi Pembelajaran Sejarah Kerajaan Majapahit mengemas materi sejarah dengan sangat cantik. Bahkan efeks audio visual yang ada seakan membawa pengguna aplikasi ini ke suasana kerajaan di masa lampau. Saat aplikasinya dibuka, bendera perang berkibar dengan diikuti bala tentara kerajaan dalam sebuah perang. “Kita sengaja men-set-up seperti dalam suasana perang. Semua gambar dan visualisasi kita down loud. Hasilnya, lumayan bagus. Yang menyenangkan lagi, skripsi saya dapat A,” ungkap Rendy, penemu aplikasi pemebelajaran kerajaan Majapahit berbasis IT dengan game ini.
Mahasiswa Jurusan Teknik Informastika, Fakultas Teknik, Untag ini tergelitik saat mengenang semasa SMA dulu. Dia yang sangat senang pelajaran Sejarah ini malah menemukan sebagian teman yang lain tidak menyukainya. Anak pasangan Lugianto Taslim dan Supatmi ini senang sejarah karena sering main di Trowulan, Mojokerto.
Lelaki kelahiran Surabaya, 23 Juli 1987 lalu, kerap main ke Candi Wringin Lawang, Candi Tikus, serta candi-candi dan peninggalan Majapahit yang lain. Dari situlah, pelajaran sejarah menjadi digemari. “Nilai sejarah saya di SMA sampai sembilan,” kenangnya.
Situasi ini pun terbawa saat dirinya harus berpikir membuat tugas akhir. Dengan kemampuan yang dikuasainya, aplikasinya diwujudkan kerajaan Majapahit. Di dalamnya memuat sejarah kerajaan, tokoh dan para raja, peninggalan-peninggalan, e-book, sampai game berupa pertanyaan seperti pelajaran.
Penemuan ini sudah diujicobakan ke beberapa sekolah di Mojokerto dan SMA Untag. Hasilnya, seluruh siswa sangat menggemari. Mereka tak lagi mengatakan pelajaran sejarah membosankan.
“Ada juga foto dan gambar tokoh seperti Hayam Wuruk,” tambah Rendy yang mau diwisuda Februari.(nfai)
Surya Online Sabtu, 15 Januari 2011 | 09:30 WIB
http://www.surya.co.id/surabaya-raya/belajar-sejarah-majapahit-lewat-game.html
Rumah Anggota DPRD Gresik Dibobol Maling
SURYA - Rumah Olan Safudi (51) anggota DPRD Kabupaten Gresik, di Desa Gluran Ploso, Kecamatan Benjeng, dibobol maling, Jumat (14/1) pukul 03.00 WIB. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang itu, membawa kabur uang tunai Rp 1 juta, ponsel dan kamera digital dengan kerugian seluruhnya sekitar Rp 3 juta.
Kasus ini diketahui, ketika anggota Fraksi Partai Golkar itu hendak ke kamar kecil. Karena mendengar suara mencurigakan dari ruang tengah, ia lalu menghidupkan lampu dan mendapat ruang tamunya dalam kondisi acak-acakan. Bersama istrinya, anggota Komisi B itu lalu melihat kamar depannya juga dalam keadaan berantakan. Sedangkan pintu depan sebelah kanan, juga terlihat bekas dicongkel.
Ia lalu melapor ke Polsek Benjeng. Dalam olah tempat kejadian perkara, yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Fauzan Sukmawansyah bersama Kapolsek Benjeng AKP Imam Safi’i, dugaan sementara, pelaku masuk melalui jendela depan. “Pelaku ketakutan lalu kabur sambil membawa barang seadanya,” ujar Kapolsek Benjeng AKP Imam Safi’i. (nsan)
Surya Online Sabtu, 15 Januari 2011 | 09:01 WIB
http://www.surya.co.id/surabaya-raya/rumah-anggota-dprd-dibobol-maling.html
Kasus ini diketahui, ketika anggota Fraksi Partai Golkar itu hendak ke kamar kecil. Karena mendengar suara mencurigakan dari ruang tengah, ia lalu menghidupkan lampu dan mendapat ruang tamunya dalam kondisi acak-acakan. Bersama istrinya, anggota Komisi B itu lalu melihat kamar depannya juga dalam keadaan berantakan. Sedangkan pintu depan sebelah kanan, juga terlihat bekas dicongkel.
Ia lalu melapor ke Polsek Benjeng. Dalam olah tempat kejadian perkara, yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Fauzan Sukmawansyah bersama Kapolsek Benjeng AKP Imam Safi’i, dugaan sementara, pelaku masuk melalui jendela depan. “Pelaku ketakutan lalu kabur sambil membawa barang seadanya,” ujar Kapolsek Benjeng AKP Imam Safi’i. (nsan)
Surya Online Sabtu, 15 Januari 2011 | 09:01 WIB
http://www.surya.co.id/surabaya-raya/rumah-anggota-dprd-dibobol-maling.html
Langganan:
Postingan (Atom)