Jumat, 15 Oktober 2010

Pemkab Gresik Utang Dana Kematian Rp 4,7 Miliar

GRESIK - SURYA- Bupati Gresik Sambari dan Wabup HM Qosim meminta, agar 4.700 ahli waris Kecamatan Bungah bersabar sebab sampai saat ini Pemkab Gresik belum mampu membayarkan santunan kematian yang jumlahnya Rp 4,7 miliar.
Dana santunan yang tertunggak tersebut, terhitung mulai Maret sampai September di mana setiap ahli waris berhak mendapatkan dana santunan sebesar Rp 1 juta.
”Kami mohon maaf, santunan kematian Rp 4,7 miliar sampai sekarang belum bisa terselesaikan sampai sekarang,” ujar Wakil Bupati HM Qosim dan Bupati Sambari Halim Radianto di hadapan tokoh masyarakat, muspida, dan muspika dalam Penutupan Bulan Bakti Gotong Royong di Pendapa Kecamatan Bungah kemarin (14/10).
Sementara untuk dana kematian Oktober - Desember 2010, tambah HM Qosim, pemkab akan mengubah mekanisme pencairannya. Nantinya, masyarakat yang tertimpa musibah kematian anggota keluarganya sudah bisa mendapatkan dana santunan kematian karena pemkab sudah menitipkan dana kematian ke setiap kecamatan sebesar Rp 50 juta.
”Harapannya, begitu ada warga yang meninggal dunia, pak camat sudah bisa langsung mencairkan dana santunan kematian, sehingga bisa meringankan ahli waris,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik itu.
Namun, diingatkan HM Qosim, bila nantinya ada camat yang tidak segera mencairkan dana kematian tersebut, warga atau ahli waris diminta segera melapor ke pemkab.
”Nanti camatnya akan diurusi pak Kuwadijo (Kepala Badan Kepegawaian Setkab Gresik, red),” ujarnya.nsan
Surya Online Jumat, 15 Oktober 2010 | 08:11 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/15/pemkab-gresik-utang-dana-kematian-rp-47-miliar.html

JUMLAH WARGA MISKIN GRESIK MENINGKAT

GRESIK | SURYA Online - Jumlah warga miskin di Kabupaten Gresik terhitung masih tinggi. Pada tahun 2009 lalu tercatat 245.765 warga miskin dengan tingkat pengangguran mencapai 7,01 persen.
Pada 2010 jumlah warga miskin bertambah menjadi 246.415 jiwa dari jumlah penduduk 1.282.259 jiwa, sedangkan angka pengangguran mencapai 6,5 persen. Pada 2011 jumlah warga miskin diproyeksikan 246.145 jiwa dengan angka pengangguran 6,03 persen. Sementara, angka harapan hidup (AHH) di Gresik terus naik, pada 2009 menunjukkan angka 75,97, pada 2010 (76,13) sedang pada 2011 (76,29).
Sesuai draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2011, Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan tidak ada penambahan signifikan jumlah penduduk miskin dan menurunkan angka pengangguran 0,49 persen. Anggota Komisi D D PRD Gresik, Siti Muafiyah berharap pemerintahan baru lebih serius menangani masalah pengangguran dan kemiskinan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, M Najikh, Rabu (13/10/2010), menyatakan, pemerintahan baru saat ini sudah menyiapkan program pengurangan kemiskinan dan pengangguran secara signifikan. Proyeksi Pemkab Gresik dalam KUA PPAS belum final dan bersifat sementara.
“KUA PPAS itu masih akan dibahas dengan legislatif disesuaikan dengan data terkini,” katanya.
Surya Online Rabu, 13 Oktober 2010 | 19:45 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/13/jumlah-warga-miskin-di-gresik-meningkat.html

Rabu, 13 Oktober 2010

Kompensasi, DPR Gresik Tolak Penggusuran Warga Indro

GRESIK | SURYA Online - Komisi A DPRD Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menolak penggusuran puluhan rumah warga Dusun Indro Baru, Desa Indro, Kecamatan Kebomas, jika PT Kereta Api Indonesia (KA) Daops VIII Surabaya tidak memberi dana kompensasi.
Anggota Komisi A DPRD Gresik, Suberi, Selasa (12/10/2010), mengatakan, tidak ada penggusuran warga jika PT KA tidak memberikan kompensasi untuk bongkar rumah atau untuk sekedar kontrak bagi warga yang tergusur.
“Kami akan tetap mendampingi warga untuk mencarikan jalan keluar, tapi jika tanpa kompensasi ada penggusuran, maka pihak KA akan berhadapan dengan wakil rakyat dan rakyatnya sekaligus,” katanya setelah bertemu dengan Wakil Kadaops VIII, Arief Wahyudi, Kabag Ops Polres Gresik AKP Subagyo, Sekretaris Dishub Karno, Abdul Muchid dari Bagian Pemerintahan Pemkab Gresik, di Gedung DPRD setempat.
Menurut anggota Komisi A lain, Edi Santoso, tidak ada alasan PT KA tidak memberikan kompensasi, sebab selama ini warga juga membayar uang sewa kepada manajemen PT KA dan warga tidak pernah mendapatkan sosialisasi. Sebagai BUMN, PT KA mestinya memiliki dana CSR yang bisa digunakan membayar kompensasi.
“Kalau PT KA melanjutkan penggusuran warga, maka kami dengan tegas menolak. Jika sampai penggusuran dipaksakan dan terjadi persoalan di lapangan berupa gesekan, silakan ditanggung sendiri akibatnya,” katanya.
Terkait dengan permintaan DPRD itu, Arief Wahyudi bersikukuh tidak akan memberikan kompensasi berupa uang kepada warga Dusun Indro Baru.
Alasannya, manajemen PT KA tidak menganggarkan dana untuk pembayaran kompensasi. Karena tidak ada anggaran, maka pihaknya tidak berani memberikan biaya karena khawatir hal itu akan berdampak pada audit yang dilakukan BPK.
“Alasan lainnya, kami khawatir pemberian kompensasi bisa menjadi preseden buruk bagi langkah kami selanjutnya,” kata Arief.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Gresik AKP Subagyo yang ikut pertemuan tersebut juga meminta manajemen PT KA untuk tidak langsung melaksanakan penggusuran.
Polisi mendesak PT KA untuk mendekati warga lebih dulu dan menyampaikan sosialisasi terkait rencana mereka. Harapannya, jika disampaikan langsung kepada warga, mereka akan mengerti maksud dan tujuan manajemen PT KAI.
“Persoalan mengamankan rencana penggusuran, kami sebenarnya siap. Namun tolong persoalan ini diomongkan lagi kepada warga agar tidak menimbulkan persoalan baru jika penggusuran dipaksakan,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak DPRD tidak mengundang satupun warga Indro, sehingga warga mengaku tidak mengetahui hasil pertemuan tersebut.
“Kami tidak diundang sama sekali, sehingga kami tidak tahu ada pertemuan itu,” kata Koordinator Forum Masyarakat Kelurahan (FMK) Indro, Ahmad Zaini Alawi.
Surya Online Selasa, 12 Oktober 2010 | 18:11 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/12/tanpa-kompensasi-dewan-tolak-penggusuran-warga-indro.html

Selasa, 12 Oktober 2010

Seleksi Tim Cagar Budaya Disoal

SURABAYA - SURYA- Dosen komunikasi Universitas Airlangga Sukowidodo dan dosen sejarah Septina Atrianingrum Universitas Negeri Surabaya menurut rencana akan dilantik menjadi Tim Cagar Budaya Surabaya pada Kamis (14/10). Mereka menggantikan RM Yunani Prawiranegara dan Kadaruslan yang meninggal dunia.
Pencalonan Sukowidodo dan Septina sebagai Tim Cagar Budaya sudah disepakati rapat badan musyawarah (banmus) DPRD Surabaya. “Dua nama ini sudah disepakati untuk diparipurnakan,” ujar Wishnu Wardhana, Ketua Banmus, Minggu (10/10).
Namun, pernyataan Wisnu yang juga Ketua DPRD Surabaya ini diprotes Musyafak Rouf, anggota banmus lainnya. Menurutnya pengesahan dua calon tersebut terlalu dipaksakan. Padahal pansus pencarian anggota tim pengawas cagar budaya minta kepada pemerintah kota (pemkot) Surabaya supaya menambah dua nama. Senada dengan Musyafak, anggota lainnya, Fatkur Rohman dan Eddy Rusianto juga mempertanyakan. “Ada apa, kok kesan ingin cepat-cepat?” curiga Eddy. Niks
Surya Online Senin, 11 Oktober 2010 | 07:59 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/11/seleksi-tim-cagar-budaya-disoal.html

Bupati Gresik Hapus Acara Seremonial

GRESIK -SURYA- Baru dua minggu menjabat, Bupati Dr Ir H Sambari Halim Radianto ST MSi sudah membuat dua kebijakan di lingkungan Pemkab Gresik, yang intinya sama-sama menghapus kegiatan yang bersifat seremonial.
Kebijakan pertama, yaitu menghapus apel setiap pagi dicetuskan Senin (4/10). Sebaliknya, apel hanya digelar setiap Senin dan tanggal 17 setiap bulan. Alasannya selain efisiensi waktu, agar karyawan bisa bekerja sesuai porsinya.
Kebijakan kedua, yang dicanangkan sejak Senin (11/10) kemarin, Bupati Sambari menghapus upacara kenaikan pangkat PNS yang selama ini sudah menjadi tradisi di lingkungan pemkab. “Penyerahan SK kenaikan pangkat cukup diwakili secara simbolis di lingkungan sekolah atau lingkungan kerja masing-masing,” ujar Bupati Sambari saat memberi sambutan usai menyerahkan SK kenaikan pangkat untuk 772 orang PNS, di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (11/10).nsan
Surya Online Selasa, 12 Oktober 2010 | 07:38 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/12/bupati-hapus-acara-seremonial.html

Senin, 11 Oktober 2010

Singapura tantang siswa Gresik

SURYA - Kunjungan sejumlah guru dan siswa SMAN 1 Kebomas ke Nanyang Technological University (NTU) Singapura beberapa waktu lalu, membuahkan hasil. Terbukti, perguruan tinggi peringkat ke-18 dunia ini mengirimkan Mr Muhammad Jaafar, staf dari Office of Admission And Financial Aids (OAFA) untuk membalas kunjungan tersebut.
Didampingi Nurdin Somantri, dari Volunter Leader of ICT Model Network APEC in Indonesia, pihak NTU memberikan kesempatan beasiswa dan ikatan dinas NTU dihadapan 170 siswa kelas XII SMA Negeri I Kebomas Gresik, Jumat (1/10).
Syarat utamanya, nilai raport siswa mulai semester 1 – 5 harus jauh di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM). Terutama untuk mata pelajaran matematika, fisika, sains, dan bahasa Inggris.
Syarat lainnya, siswa yang telah lulus harus menjalani ikatan dinas dengan perusahaan Singapura, selama enam tahun tanpa ada pemotongan gaji. Sedangkan gaji rata-rata lulusan NTU di perusahaan Singapura, antara Rp 28 juta – Rp 30 juta perbulan. “Perusahaannya tidak harus di Singapura, bisa saja di Indonesia tetapi milik Singapura,” jelas Jaafar.
Setiap tahun, tambah Jaafar, NTU menjaring 400 mahasiswa baru dari luar Singapura, terutama calon mahasiswa dari Indonesia. Selama ini, ada sekitar 200 siswa Indonesia yang terjaring dalam program ini. “Semoga tahun ajaran baru nanti, ada mahasiswa baru dari SMA Negeri I Kebomas,” harapnya disambut tepuk tangan para siswa.
Kasek SMA Negeri Kebomas I, Drs ME Wahyudi juga berharap, ada siswa yang yang termotivasi dan ikut mendaftar di NTU. “Secara adminitratif nilai, ada siswa yang bisa lolos,” ujar Wahyudi bangga.
Sabtu, 2 Oktober 2010 | 07:06 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/02/singapura-tantang-siswa-gresik.html

Bupati Gresik Yang Baru Akhirnya Tidak Memakai Mobil Baru

GRESIK- Surya- Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Sambari Halim Radianto dan HM Qosim, menepati janjinya atas penggunaan mobil dinas (mobdin). Mulai Senin (4/9) kemarin, pasangan kepala daerah itu ngantor dengan menumpang mobdin yang telah digunakan bupati dan wabup periode 2005-2010.
Bupati Sambari mengendarai mobil dinas yang pernah dipakai mantan Bupati KH Robbach Ma’sum, yaitu Honda Accord warna hijau. Demikian juga Wabup HM Qosim, juga memakai mobil bekas wabup Sastro Suwito, Toyota Camry warna hijau.
Sebelumnya, kepada Surya saat ditemui usai sidang paripurna, Kamis (30/9) lalu, Sambari berujar bahwa mulai Senin (4/10) ia dan Wabup Qosim akan memakai mobdin bekas penguasa lama.
Dipakainya mobdin bekas itu, untuk menjawab polemik soal belum cairnya anggaran pemkab untuk pengadaan mobdin bagi kedua pejabat baru tersebut.
Dengan mengendarai mobdin bekas, Wabup HM Qosim, langsung meluncur ke Pantai Delegan, Kecamatan Panceng usai memimpin apel pagi PNS Pemkab Gresik.
Sedangkan Bupati Sambari, usai memimpin rapat rutin mingguan dengan pejabat teras pemkab, lebih banyak menerima tamu dan pejabat di ruang kerjanya di lantai II pemkab.
Apel Pagi Dihapus
Sementara itu, saat memimpin apel pertama, Senin (4/10) pagi, pasangan Sambari dan Qosim membuat gebrakan kebijakan, dengan menghapus kebiasaan apel pagi. “Apel pagi hanya hari Senin dan tanggal 17 setiap bulannya, untuk Jumat tetap ada senam pagi hingga pukul 08.30 WIB,” ujar Wakil Bupati HM Qosim saat memimpin apel.
Di hadapan Bupati, sejumlah pejabat dan staf ahli serta seluruh PNS di kantor bupati, Wabup HM Qosim menyatakan, dihapusnya apel untuk mengurangi seremonial serta mengejar ketertinggalan. Waktu kita sangat terbatas, efektif hanya kurang dari 3 bulan”, ujar HM Qosim.nsan
SuryaOnline_Selasa, 5 Oktober 2010 | 07:03 WIB
http://www.surya.co.id/2010/10/05/bupati-akhirnya-pakai-mobdin-bekas.html